Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti yang ditemukan di dalam kamar korban.
Mili.id - Heni Murcahyono (53), pria warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi ditemukan tewas di rumahnya.
Ia ditemukan tergeletak di lantai dengan posisi tengkurap oleh tetangganya Jumat (04/10/2024) malam.
Baca juga: Tragedi di Lereng Dukono: Letusan Gunung di Halmahera Tewaskan Dua WNA dan Satu Pendaki Lokal
Namun warga tidak berani menolong langsung karena takut, sebab dari hidung dan mulut korban mengeluarkan darah sehingga mereka melapor ke pemangku wilayah.
"Setelah kami menerima laporan dari ketua RT setempat langsung kami hubungi pihak Polsek Genteng. Korban lalu kita bawa ke RSUD Genteng dibantu ambulans milik relawan," kata Kepala Dusun Krajan, Arif Rahman hakim, Sabtu (5/10/2024).
Arif menambahkan, selain menghubungi polisi pihaknya turut menghubungi sanak familinya, karena korban tinggal sebatang kara.
"Kita minta familinya untuk datang langsung ke RSUD," tambahnya.
Di situ, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban, dan hanya dilakukan pemeriksaan luar dan kemudian dilakukan pemulasaraan jenazah.
Arif menyatakan, jika pihak keluarga sudah menandatangani ketersediaan untuk menolak autopsi disaksikan anggota Polsek Genteng.
"Anak korban menolak, hanya minta visum luar. Sudah menandatangani surat pernyataan bermaterai didampingi saya dengan pak Bhabinkamtibmas," jelasnya.
Baca juga: 16 Jenazah Korban Bus ALS vs Truk Tiba di RS Bhayangkara Palembang
Kanit Reskrim Polsek Genteng, Ipda Jarwadi menambahkan, dari hasil pemeriksaan visum luar tak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Memang hidung dan mulut korban mengeluarkan darah, namun itu bukan sebab dari tindakan dugaan penganiayaan.
"Tidak ada unsur penganiayaan. Ini murni kematian seperti pada umumnya. Diperkirakan korban meninggal kurang lebih 4 jam sebelum ditemukan warga," kata dia.
Jarwadi menambahkan, jika kematian korban dikarenakan overdosis minuman beralkohol oplosan spiritus. Karena dua cairan itu ditemukan di kamar korban.
Baca juga: Perlintasan Makan Korban, KA Argo Bromo Tabrak Mobil di Grobogan
"Diperkirakan korban dalam keadaan mabuk. Karena kita temukan tuak dan cairan spiritus di kamarnya," imbuhnya.
Dari keterangan anaknya, korban dikatakan sebagai peminum aktif dan tidak pernah jauh dari minuman beralkohol.
Bahkan sebelum meninggal pun korban masih menenggak tuak dan cairan spiritus.
"Kita peroleh keterangan dari anaknya bahwa korban kerap mabuk-mabukan. Mulut korban juga mengeluarkan aroma alkohol," tutup Jarwadi.
Editor : Aris S
