Cawabup Djos sapa pendukung dari Partai Golkar Jember. (David for Mili.id)
Jember - Cawabup Pilkada 2024 nomor urut 02 Djoko Susanto melakukan kampanye dengan menyapa anggota Partai Golkar Jember Dapil 1 dalam acara rapat konsolidasi.
Acara rapat konsolidasi yang digelar di salah satu rumah makan di Jalan Yos Sudarso, Lingkungan Langsepan, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Jember itu, merupakan acara menyapa Cawabup yang akrab disapa Djos itu, kepada seluruh pendukunnya yang berasal dari partai berlogo pohon beringin.
Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember
Dalam kesempatan itu, Djos menyampaikan visi dan misinya saat nanti jika terpilih sebagai Kepala Daerah Kabupaten Jember, dan dirinya tegas akan menepis anggapan, jabatan Wabup hanya selalu dianggap sebagai sampingan.
"Pilkada itu untuk memilih kepala daerah. Bupati tidak hanya kepala daerah, tapi juga ada wakil bupati. Itu menjadi satu paket, ada bupati-wakil bupati," kata Djos saat dikonfirmasi usai kegiatan rapat.
"Ibarat tubuh itu, adalah fungsi tangan kanan dan kiri. Itu adalah pemahaman Pilkada dan kepala daerah, kira-kira begitulah," sambungnya.
Baca juga: Golkar Jombang Kukuhkan 21 PK dalam Muscam XI, Target Raih 10 Kursi DPRD
Dengan pernyataan itu, menurut Djos, kepemimpinan kepala daerah Jember harus satu kesatuan.
"Kepemimpinan ke depan ini harus satu kesatuan. Tidak ada istilah pemain cadangan, ban serep. Karena kepala daerah yakni bupati dan wakil bupati harus menjadi satu kesatuan untuk memimpin Jember. Jangan lagi diistilahkan ban serep, atau apalagi ban kempes. Ya kira-kira begitulah," ujarnya.
Bagi para pendukungnya, Pria yang mantan birokrat di wilayah BPN itu mengatakan, dalam berpolitik untuk tidak serampangan.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
"Sehingga bagi para pendukung bagaimana kebijakan itu harus dikaji lebih dalam. Apakah pro dengan rakyat dan lebih realistis. Istilahnya, tidak hanya jadi pendukung membabi buta," ujar Djos.
"Tidak salah jika dalam berjuang politik mengharap pamrih. Karena dalam berjuang butuh sesuatu hal yang didapat. Pamrih harapan ke depan untuk dapat memperjuangkan hak rakyat. Berpolitik itu harus punya tujuan yang jelas," imbuhnya.
Editor : Aris S
