Patung GWK Bali/ilustrasi
mili.id - Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berada di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, merupakan salah satu bangunan yang bersejarah dan ikonik di Pulau Dewata.
Patung setinggi 121 meter dengan berat 4.000 ton yang terbuat dari bahan tembaga, baja, dan kuningan itu diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tepat pada 22 September 2018, atau 6 tahun lalu.
Baca juga: Kadek Agung Jadi Pembeda, Bali United Bungkam Dewa United di Laga Penutup Musim
GWK adalah patung Dewa Wisnu yang menunggang Burung Garuda. Dibangun setinggi 75 meter, dengan pondasi 70 meter tinggi sayap Burung Garuda yang membentang selebar 66 meter.
Patung yang ketinggiannya mengalahkan Patung Liberty (93 meter) ini didirikan pada bukit batu kapur setinggi 263 meter di atas permukaan laut.
GWK disebut menjadi satu-satunya patung terbesar di dunia yang terbuat dari tembaga. Kemegahannya terlihat jelas dari radius hingga 20 kilometer, dari Kuta dan Nusa Dua.
(I Nyoman Nuarta, Seniman Indonesia di Balik GWK)
Di balik kemegahan dan gagahnya Patung GWK tak luput dari buah pikiran I Nyoman Nuarta, maestro Indonesia asli Pulau Dewata. Ide awal didirikannya patung GWK di bukit kapur oleh Nyoman Nuarta rupanya sudah ada sejak Tahun 1989.
Baca juga: Rupiah Melemah, Pernyataan Prabowo Dinilai Remehkan Dampak Ekonomi
Penyampaian ide tersebut tidak serta-merta menemukan jalan mulus lalu terwujud. Butuh waktu 8 tahun bagi Nyoman Nuarta cuma untuk memperkenalkan ide tersebut kepada masyarakat agar diterima.
Masalah paling utama adalah pandangan sebagian masyarakat yang menganggap proyek besar Nyoman Nuarta, itu hanya akan menghambur-hamburkan uang negara tanpa tujuan.
Namun bagi Nyoman Nuarta, didirikannya patung GWK adalah untuk mewujudkan sebuah kawasan sebagai tujuan wisata baru di Bali. Menurutnya tempat itu harus menunjukkan nilai budaya bangsa, sekaligus tempat untuk mementaskan aneka seni nusantara, bahkan dunia.
(Butuh Waktu 28 Tahun GWK Akhirnya Terwujud)
Setahun kemudian, pada 1990 usulan Nyoman Nuarta itu akhirnya disetujui oleh Presiden Soeharto. Pembangunan berjalan sampai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan 7 tahun kemudian, pada 8 Juni 1997.
Sayangnya, Indonesia di Tahun 1997-1998 diterpa krisis moneter yang menyebabkan pembangunan proyek megah itu dihentikan. Sempat mangkrak beberapa tahun lamanya, pada 2013 pembangunan GWK kembali dilanjutkan, hingga akhirnya diresmikan pada 22 September 2018.
Editor : Narendra Bakrie
