Apresiasi dari Pemkot untuk Bunda PAUD Surabaya

Apresiasi dari Pemkot untuk Bunda PAUD Surabaya © mili.id

Pemkot Surabaya memberikan apresiasi kepada Bunda PAUD (Foto: Pemkot Surabaya)

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan apresiasi kepada Bunda PAUD di Kota Pahlawan, sebagai bentuk rasa terima kasih atas dedikasinya mendidik anak-anak usia dini.

Apresiasi tersebut diberikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Rini Indriyani di halaman Balai Kota, Selasa (17/9/2024).

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

Apresiasi diberikan kepada 31 Bunda PAUD yang sudah mengajar lebih dari 10 tahun. Ada pula apresiasi untuk 12 Bunda Paud terbaik dari kecamatan dan kelurahan se-Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa apresiasi ini diberikan, karena Bunda PAUD menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan anak-anak sejak usia dini.

Bunda PAUD juga berperan penting dalam menciptakan masa transisi yang menyenangkan dari Taman Kanak-Kanak (TK) menuju Sekolah Dasar (SD) di Kota Surabaya.

"Apresiasi ini diberikan untuk semangat Bunda PAUD dalam mengerjakan dan menyiapkan anak-anak. Ini adalah rasa terima kasih kita karena mereka (Bunda PAUD) menyiapkan anak-anak untuk menjadi pemimpin yang Akhlakul Karimah, dimulai sedini mungkin," ujar Eri usai acara.

Pemkot Surabaya memberikan apresiasi kepada Bunda PAUD (Foto: Pemkot Surabaya)Pemkot Surabaya memberikan apresiasi kepada Bunda PAUD (Foto: Pemkot Surabaya)

Pihaknya juga terus berupaya untuk memberikan apresiasi seluruh Bunda PAUD dalam bentuk Jasa Pelayanan (Jaspel), berupa BPJS Ketenagakerjaan.

Baginya, hal ini adalah bentuk perlindungan yang diberikan Pemkot Surabaya kepada seluruh Bunda PAUD yang bertugas.

"Saat ini sudah hampir 70 persen Bunda PAUD termasuk kader lingkungan dan lainnya yang sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan. Kita akan terus berupaya agar semuanya bisa tercover," papar Eri.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu berpesan kepada seluruh Bunda PAUD di Kota Surabaya agar tidak lelah mendidik anak-anak, serta mengedukasi orang tua betapa pentingnya pendidikan anak di usia dini sebelum masuk ke jenjang SD.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

"Dengan begitu angka keikutsertaan anak-anak pada PAUD bisa meningkat. Target kami di Tahun 2026 angkanya bisa meningkat sebesar 70 hingga 80 persen," tambahnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani menjelaskan, apresiasi yang diberikan kepada Bunda PAUD untuk penilaiannya melibatkan pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) hingga para pakar.

"Untuk Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan itu, mereka lomba dengan mengisi aplikasi Si Bunda. Penilaiannya melibatkan Kementrian Pendidikan dan Pakar PAUD dari Unesa. Selain itu, ada pula apresiasi untuk para pengajar yang berdedikasi lebih dari 10 tahun," terang Rini.

Jumlah Bunda PAUD di Kota Surabaya mencapai 20 ribu yang mengajar di TK, RA (Raudhatul Athfal) dan Pos PAUD terpadu (PPT).

Di tempat yang sama, Direktur PAUD Direktorat Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbudristek, Komalasari mengapresiasi apa yang dilakukan Pemkot Surabaya dalam meningkatkan kualitas PAUD.

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

Menurutnya, apresiasi kepada Bunda PAUD adalah salah bentuk kolaborasi untuk mewujudkan transisi TK menuju SD yang menyenangkan mulai dari usia 0-8 tahun. Artinya anak-anak kelas satu dan dua SD juga harus mendapatkan pelajaran yang menyenangkan.

"Sehingga mereka memiliki pondasi untuk menciptakan transisi TK ke SD yang menyenangkan. Apa yang dilakukan hari ini, bisa menjadi contoh baik bagi pendidik PAUD tidak hanya di Kota Surabaya, tapi di Indonesia," terang Komalasari.

Apresiasi yang diberikan menjadi semangat tersendiri bagi Bunda PAUD. Salah satunya adalah Chamimah yang sudah berdedikasi mengajar selama 63 tahun.

Nenek berusia 80 tahun tersebut, hingga kini masih aktif mengajar di TK Masa Putra Bakti Kecamatan Sawahan. Kecintaanya kepada anak-anak membuatnya tak lelah untuk terus mendidik anak usia dini.

"Saya senang mendapatkan penghargaan. Sampai saat ini saya juga masih aktif mengajar, karena memang sejak dulu saya menyukai anak-anak," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait