Ni Nengah Widiasih meraih medali emas di Asean Para Games Solo 2022 lalu (Foto: Dok. Kemenpora)
mili.id - Angkat berat Paralimpiade 2024 Paris membuat Ni Nengah Widiasih meneteskan air mata, tidak seperti tiga Paralimpiade sebelumnya.
Atlet para powerlifting Indonesia ini finish di peringkat kelima nomor -41 kilogram putri yang berlangsung di Porte de la Chapelle Arena, Paris pada Rabu (4/9/2024).
Baca juga: Bonus Atlet SEA Games 2025, Prabowo: Bukan Upah, Tapi Penghargaan untuk Mental Baja
Atlet 31 tahun asal Karangasem, Bali itu tercatat punya angkatan terbaik 101 kilogram.
Sambil menahan tangis, dia meminta maaf, karena tidak bisa mempersembahkan medali untuk Indonesia. Menurutnya, usahanya sudah sangat maksimal.
Ni Nengah Widiasih merupakan satu-satunya atlet Indonesia yang sudah tampil empat kali di Paralimpiade.
Baca juga: Mahasiswa UNESA Sumbang Medali Emas Indonesia di Paralimpiade Paris 2024
Sepanjang tapak karirnya di Paralimpiade, yaitu 2012, 2016, 2020, dan 2024, dia telah mempersembahkan satu medali perak dan satu perunggu.
Sebelum terbang ke Paris, dia memang sempat cedera parah pada bahu, beberapa bulan lalu.
Baca juga: Paralimpiade 2024: Karisma Evi Tiarani Sumbang Medali Perak untuk Indonesia
Meski gagal meraih medali, perjuangan Widiasih di Paralimpiade 2024 patut diapresiasi. Karena angkatan 101 kilogram yang dicatatkannya kali ini, jauh lebih berat dari Paralimpiade yang sudah diikutinya.
Saat meraih perak pada Paralimpiade 2020 Tokyo, angkatan tertinggi Widiasih sebesar 98 kilogram. Dan ketika merebut perunggu di Paralimpiade 2016 Rio, dia punya angkatan terbaik 95 kilogram.
Editor : Narendra Bakrie
