Bupati Karna Suswandi saat menerima surat rekomendasi PDIP di kantor DPC Situbondo, sehari sebelum ditarik (Foto: Fatur Bari/mili.id)
Situbondo - PDI Perjuangan (PDIP) menyusul Partai Golkar menarik dukungannya terhadap calon bupati Situbondo petahana Karna Suswandi yang kini telah ditetapkan tersangka oleh KPK.
Ketua tim penjaringan pasangan calon bupati-wakil bupati PDIP Situbondo, Rudi Alfianto mengakui penarikan dukungan terhadap pasangan calon Karna Suswandi-Nyai Khoironi (Karunia) di Pilkada 2024.
Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026
"Karena surat rekomendasi dukungan paslon di pilkada merupakan kewenangan DPP PDIP, sehingga DPC Situbondo menarik dukungan terhadap paslon pertahana, yakni Karna Suswandi-Nyai Khoironi, meski surat rekomendasi ke paslon Karunia baru turun kemarin (Selasa)," jelas Rudi, Rabu (28/8/2024).
Menurutnya, salah satu faktor DPP PDIP menarik dukungannya adalah Bupati Situbondo Karna Suswandi ditetapkan tersangka oleh KPK atas kasus dugaan gratifikasi, yakni pengelolaan dana PEN 2021-2024.
Baca juga: Polres Situbondo Amankan Komplotan Pelaku Curas Moncel
"Atas dasar surat dari DPP PDIP tersebut, DPC Situbondo menarik dukungan terhadap pasangan pertahana di Pilkada 2024. Apalagi dalam dua hari ini, penyidik KPK sudah menggeledah rumah dinas Bupati Karna dan ruang kerjanya," beber dia.
Rudi menambahkan, untuk menentukan dukungan dalam Pilkada Situbondo 2024, pihaknya masih menunggu keputusan DPP PDIP.
Baca juga: Polres Situbondo Tambah Pos Pelayanan di Pelabuhan Jangkar untuk Pemudik
"Karena untuk menentukan dukungan di Pilkada Situbondo itu masih ada waktu hingga tengah malam, mengingat penutupan pendaftaran paslon bacabup-bacawbup akan berakhir besok (Rabu). Kami masih menunggu surat rekomendasi DPP PDIP," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
