Kisah Mahasiswa Disabilitas dari UNESA saat Magang MBKM di SLBN Porong Sidoarjo

Kisah Mahasiswa Disabilitas dari UNESA saat Magang MBKM di SLBN Porong Sidoarjo © mili.id

Mahasiswa UNESA, Damara Gesa saat foto bersama guru dan murid SLBN di Juwet Kenongo, Porong, Sidoarjo. (UNESA for mili.id)

Surabaya - Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) baik flagship maupun mandiri memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan kompetensinya di luar kampus.

Program ini menjadi cerita yang berharga bagi masing-masing mahasiswa baik yang non disabilitas maupun disabilitas.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

Ada cerita berkesan yang dirasakan mahasiswa disabilitas (tunadaksa) dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) saat menjalani program magang MBKM di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) di Juwet Kenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Mahasiswa tersebut bernama Damara Gesa dari prodi S-1 Teknik Informatika. Gesa, begitu biasanya disapa, menceritakan pengalamannya.

Dia memulai program magang di sekolah tersebut sejak semester enam, yaitu mulai 14 Maret sampai 14 Juni 2024. Magang di tempat tersebut kemudian dia lanjut lagi dimulai pada 29 Juli sampai 29 Oktober 2024.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

"Karena ingin menambah pengetahuan dan pengalaman, saya coba ambil magang dua kali. Satu kalinya magang karena inisiatif sendiri, sementara yang kedua magang skema MBKM," ucap Gesa dalam keterangan tertulis, Selasa (13/8/2024).

Selama magang tersebut, Gesa melakukan banyak kegiatan mulai dari urusan administrasi, mengedit soal, menyimpan data atau mengarsip data berbasis digital, hingga desain ucapan hari besar dan sebagainya.

"Dengan magang tersebut, saya jadi lebih banyak kesempatan meningkatkan skill lapangan lewat aktivitas yang saya lakukan di sekolah. Saya jadi lebih percaya diri, lebih paham dan bisa melakukan pekerjaan yang dibutuhkan di sekolah," ungkap mahasiswa angkatan 2021 itu.

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

Selain bisa mempraktikkan ilmu yang didapatkannya di kampus, melalui magang tersebut, dia juga mendapatkan pengalaman yang berkesan yaitu bisa membangun relasi dan hubungan baik dengan guru, orang tua dan anak-anak yang berbeda ketunaan.

"Di sekolah saya bisa bercanda dengan anak-anak lain. Paling penting menurut saya yaitu belajar disiplin dan apa itu tanggung jawab dalam bekerja. Saya harap, pengalaman saya ini bisa menjadi modal penting bagi saya ke depan," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait