Gerombolan Diduga Pesilat Keroyok Pemuda di Arena Balap Liar Surabaya

Gerombolan Diduga Pesilat Keroyok Pemuda di Arena Balap Liar Surabaya © mili.id

Korban pengeroyokan (Foto: Ist)

Surabaya - Gerombolan diduga pesilat menghajar seorang pemuda yang sedang melihat balap liar di kawasan Jalan MERR, Mulyorejo, Surabaya, Sabtu (3/8/2024) sekitar pukul 01.30 WIB.

Salah satu saksi di lokasi, Abdul Rohman mengatakan, korban merupakan salah satu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Surabaya.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

"Waktu ditanya warga, korban bilang kalau anak Medokan Ayu Utara. Penyebab dihajar kurang tau, tiba-tiba dia lari dikejar belasan orang," jelas Rohman.

Rohman menyebut, diduga pelaku pengeroyokan dari kelompok pesilat. Dugaan didasari dari pakaian para pelaku, yang menegaskan bila dari kelompok silat tertentu.

"Dugaannya yang menghajar dari oknum pesilat, mereka pakai baju hitam-hitam ada tulisan salah satu kelompok pesilat, celananya cingkrang-cingkrang," tambahnya.

Korban yang lari terbirit-birit bahkan sampai masuk selokan di sekitar lokasi. Beruntung, saat akan dihajar kembali ada warga yang melerai.

"Lari sampai masuk ke kali. Korban dikepruk helm sampai pecah, mau dikepruk batu kok untung warga langsung memisah (melera)," lanjutnya.

Sepengetahuannya, anggota Polsek Mulyorejo sudah melakukan pembubaran terhadap aktivitas balap liar tersebut. Namun, mereka kucing-kucingan dengan polisi.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

"Sudah ada polisi yang membubarkan. Tapi ya gitu, mereka buyar sebentar terus kumpul lagi, kayak kucing-kucingan sama polisi," ungkapnya.

Dugaan sementara pemuda yang dihajar merupakan beda kubu dalam balapan tersebut. Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka di kepala.

"Lukanya di kepala. Lokasinya persis di pertigaan MERR, depan RSIA," paparnya.

Sementara Kapolsek Mulyorejo, Kompol Sugeng Rianto membenarkan bila pihaknya sudah melakukan pembubaran balap liar tersebut. Namun pihaknya belum mengetahui bila sampai ada korban pengeroyokan.

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

"Tadi malam saya di situ, saya obrak mereka pindah. Kalau balapannya saya sudah tauh, tapi kalau masalah pemukulannya saya belum tahu," terangnya.

Atas peristiwa tersebut, Sugeng mengimbau kepada korban untuk segera membuat laporan bila memang merasa dirugikan.

"Gak usah lah kelayapan malam-malam, balap-balap kayak gitu. Kalau mau balapan ya yang di track yang sudah ada izinnya. Gitu kan lebih aman," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait