Tiga tapak pilar layaknya gapura dari struktur bangunan zaman Majapahit di kompleks Situs Bhre Kahuripan ditemukan arkeolog.(Nana/mili.id)
Mojokerto - Tiga tapak pilar layaknya gapura dari struktur bangunan zaman Majapahit di kompleks Situs Bhre Kahuripan ditemukan arkeolog.
Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan M Ichwan mengatakan, sejak ekskavasi bergulir 25 Juni-19 Juli telah mendapati sejumlah temuan yang bisa dijadikan data pelengkap hasil ekskavasi sebelumnya.
Dari 200 lebih kotak gali yang ada, teridentifikasi pagar dengan tebal sekitar 110 cm mengelilingi bagian candi di sisi utara dan timur.
"Untuk pagar utara yang membujur dari barat ke timur panjangnya sekitar 183 meter. Dan pagar timur yang membentang dari utara ke selatan panjangnya sekitar 121 meter," ujar arkeolog BPK Wilayah XI Jatim, Jumat (26/7/2024).
Tim ekskavasi pun turut mendapati tiga tapak gapura yang ada di pagar utara candi yang berdimensi sekitar 3,7 x 3,8 meter persegi. Di mana sudutan pilar ini menjorok keluar layaknya pondasi gapura era Majapahit.
Di pagar utara ini ada bagian yang menjorok ke luar berdenah bujur sangkar."Kami belum bisa katakan ini sebagai gapura, kemungkinan itu sebagai pilar. Tapi ini masih taraf interpretasi, belum bisa kita pastikan," ujarnya.
Ichwan menyebut, tapak garupa di pagar keliling candi justru terindikasi lebih dari tiga titik. Hanya saja pihaknya belum bisa menampakkan seluruhnya.
"Di ujung timur laut kami juga dapatkan indikasinya. Tapi yang bisa kita buka bidang sisi baratnya saja, karena yang lain masih belum bisa kita tampakkan karena di bawah jalan desa. Jadi kemungkinan jumlah totalnya 5 dengan tiga di tengah tadi," beber Ichwan.
Menurutnya indikasi tersebut belum bisa mengarah pada tapak gapura. Lantaran belum didapati adanya hiasan atau relief pada sudut yang menjorok dengan pagar selayaknya gapura zaman Wilwatikta.
"Kami duga pagar ini berdenah persegi empat panjang menghadap ke arah barat dengan indikasi ada tiga tapak pilar," imbuhnya.
Pihaknya turut melakukan tes pit di area selatan situs angka tahun 1294 saka atau 1372 masehi tersebut.
"Dan kami dapatkan indikasi adanya pagar keliling di selatan juga," tambah arkeolog jebolan Universitas Udayana ini.
Praktis, hasil ekskavasi tahap V ini melengkapi hasil ekskavasi sebelumnya. yang disimpulkan jika stus tinggalan Raja Hayam Wuruk ini dikelilingi pagar yang menyambung dari area lapangan hingga kebun di sekitar candi.
"Pagar barat di lapangan membujur dari utara ke seletan dengan tapak gapura yang kami temukan sebelumnya berdimensi 13,3 x 11,3 meter persegi. Untuk sisi utara ini yang kita ungkap dari ekskavasi (tahap V) ini," pungkasnya.
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
Editor : Achmad S
