Sensasi Pedas Mie Jebew, Menu Kuliner Viral di Jember

Sensasi Pedas Mie Jebew, Menu Kuliner Viral di Jember © mili.id

Mie Jebew viral di Jember (Foto: Hatta/mili.id)

Jember - Mie Jebew yang dijual salah satu warung di dalam komplek perumahan di Jember ini, viral dan jadi buruan para pecinta kuliner.

Dalam sehari, Warung Mie Pak Dayat menghabiskan 200 porsi Mie Jebew. Pembelinya tidak hanya dari Jember, tapi juga dari luar kota.

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

Warung yang berada di Perumahan Istana Tegal Besar Kluster Queen Kutai B-40, Tegal Besar, Kaliwates ini, buka dari pukul 10.00 sampai 20.00 WIB, setiap Senin hingga Sabtu.

Perbedaan harga per porsi Mie Jebew ini hanya dipengaruhi banyaknya porsi dan level pedas yang menjadi cita rasa tersendiri.

Juga toping seperti telur, sosis, pentol, dan beef (daging sapi), sebagai pelengkap nikmatnya olahan mie ayam ini.

"Mie Jebew ini sebenarnya hanya olahan mie ayam biasa. Tapi kami buat dengan cita rasa berbeda. Kebetulan resep utamanya dari bapak mertua saya, Pak Dayat yang juga menjual mie ayam. Tapi kita olah dengan bumbu dan level pedas tertentu. Sehingga diberi nama Mie Jebew ini," ungkap Owner Warung Mie Pak Dayat, Ahmad Yusuf Ruliansyah, Sabtu (20/7/2024).

Menurut Yusuf, untuk level pedas yang menjadi nilai citarasa utama dari Mie Jebew, per hari dirinya menghabiskan 4 sampai 5 kilogram cabe.

"Untuk level pedas itu kan paling utama. Kebetulan harga cabe sekarang kan mahal, sekitar Rp60 ribu per kilogram. Tapi kami tidak mengurangi level pedasnya. Kami tetap menjaga cita rasa dengan level pedasnya itu," ujarnya.

Yusuf, pemilik warung Mie JebewYusuf, pemilik warung Mie Jebew

Warung Mie Pak Dayat berada di teras rumah Yusuf dan istrinya sendiri.

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

"Warung ini rumah saya. Saya juga tinggal di sini. Tapi teras depan tempat jualan Mie Jebew ini. Alhamdulillah meskipun berada di dalam perumahan, katanya sih mie saya viral. Setiap hari minimal menghabiskan 200 porsi," beber dia.

Selain menu Mie Jebew yang jadi andalan, juga ada menu lain seperti olahan daging ayam giling yang dibalut dengan kulit pangsit.

"Kami nyebutnya Paschillo, mirip dimsum. Tapi ini beda. Paschillo ini sebenarnya akronim dari pangsit chilli oil. Bisa dirasakan sendiri rasanya. Untuk pilihan saat disajikan bisa pilih, digoreng atau dikukus," jelas dia.

"Untuk harga yang jelas ramah di kantong, kisaran Rp 10 sampai 15 ribu per porsi. Untuk pembeli tidak hanya dari Jember, ada dari Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso. Bahkan pernah ada yang dari Surabaya datang ke sini, hanya beli mie. Alhamdulillah," sambung Yusuf.

Sementara menurut salah satu pembeli asal Banyuwangi, Selli, ia rela jauh-jauh datang ke Jember untuk membeli satu porsi Mie Jebew bersama pacarnya. Karena menurutnya, olahan mie ayam ini berbeda dengan yang lain.

Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism

"Mie Jebew ini awalnya saya tahu lewat FYP di medsos TikTok dan Instagram. Saya penasaran dan datang ke sini. Saya juga pernah lihat di Instagram pernah direview sama food vloger. Akhirnya pengen coba," tutur Selli.

Ia mengaku sudah tiga kali menikmati Mie Jebew tersebut.

"Kebetulan pacar saya baru datang dari Banyuwangi untuk ngajak saya jalan-jalan. Saya ajak makan di sini. Katanya juga enak mienya. Menurut saya layak dicoba," tutup mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Jember itu.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait