Gadis difabel di Jember tewas terbakar dalam kamar (Foto: Hatta/mili.id)
Jember - Tewasnya gadis difabel di Jember akibat terbakar dalam kamar, mengejutkan warga sekitar.
Gadis difabel itu bernama Adindasari (19). Dia ditemukan tewas terbakar, saat sendirian dalam kamar rumahnya di Dusun Gumuklimo, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Pasar Jiung Kemayoran, Enam Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Warga mengetahui kebakaran itu sekitar pukul 03.00 WIB, Kamis (18/7/2024).
Baca juga: Gadis Difabel Jember Tewas Terbakar Dalam Kamar
Tetangga korban, Sunaryo (40) bercerita bahwa rumah yang ditempati korban adalah peninggalan kakek-neneknya. Saat kebakaran terjadi, korban sendirian dalam kamar.
Katanya, sehari-hari korban sebenarnya dirawat bibinya Siti Qomariyah (30), karena ibunya Siti Fatimah (43) merantau ke Jakarta.
"Neneknya meninggal setahun lalu. Kalau kakeknya sekitar Tahun 2020," ungkap Sunaryo di lokasi kejadian, Sabtu (20/7/2024).
Sunaryo mengaku baru mengetahui kebakaran itu sekitar pukul 03.00 WIB, saat dirinya persiapan Salat Subuh.
"Terdengar bunyi kratak-kratak seperti suara orang sedang membakar bekas ramban (pakan ternak). Biasanya dilakukan anak saya. Saya kira anak saya sedang bakar-bakar," ungkapnya.
Baca juga: Kebakaran Auditorium Binus Anggrek, Petugas Sempat Tembus Asap Tebal
"Nggak taunya ternyata ada kebakaran di rumah sebelah ini. Saat itu yang memberi tahu adik saya, ketika saya berada di WC," tambahnya.
Saat terjadi kebakaran, korban tidur di kamar seorang diri.
"Kamarnya tidak ada jendela, hanya ditutup kain selambu. Saat warga berusaha memadamkan api, korban sudah tidak ada nyawanya (meninggal)," ujarnya.
Sunaryo mengaku tidak tahu secara pasti awal mula kebakaran tersebut.
"Kasur (tempat korban tidur) itu terbakar. Korban juga sudah terbakar. Tidak tega," tambah dia.
Baca juga: Drone Picu Kebakaran Dekat PLTN Barakah Abu Dhabi
Sunaryo mengatakan, saat kebakaran, bibi korban yang biasa merawat, sedang tidur dan tinggal bersama ibunya di rumah lain, berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
"Memang sekitar pukul 10 malam, korban sudah ditinggal sendirian. Penyebab pasti kebakaran saya juga tidak tahu," sambungnya.
Sunaryo juga membenarkan bahwa jenazah korban tidak dimandikan dan disalatkan. Karena menurut petunjuk dari tokoh ulama setempat, korban mati syahid.
"Karena menurut ustadz, (korban) mati syahid. Apalagi kondisi (jasad korban hangus terbakar), juga kan tidak bisa dimandikan. Jadi tidak perlu disalati dan langsung dimakamkan. Pemakaman sekitar pukul 07.00 WIB paginya," pungkas Sunaryo.
Editor : Narendra Bakrie
