Tugu Lakalantas Berdiri Kokoh di Bypass Kota Mojokerto, Warning Bagi Pengendara

Tugu Lakalantas Berdiri Kokoh di Bypass Kota Mojokerto, Warning Bagi Pengendara © mili.id

Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Sudirman mengecek kondisi Tugu Peringatan Lakalantas di Jalur Nasional Bypass Mojokerto-Jombang (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Tugu Peringatan Lakalantas (kecelakaan lalu lintas) berdiri kokoh di Jalur Nasional Bypass Kota Mojokerto.

Tugu lakalantas ini dibangun sebagai shock terapi agar pengendara lebih berhati-hati selama berkendara.

Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober

Di atas tugu diletakkan motor hitam dalam kondisi rusak parah, yang menjadi salah satu saksi bisu kecelakaan maut di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota.

Di bagian bawah tugu juga bertuliskan Safety Riding (keselamatan berkendara), dan dibubuhi kalimat 'Jangan Dahului Kehendak Tuhan dengan Kecelakaan di Jalan' sebagai pengingat tertib berlalu lintas.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel Marunduri melalui Kasatlantas AKP Sudirman menjelaskan, tugu peringatan lakalantas sengaja diletakkan di jalur nasional yang masuk dalam black spot, agar mudah dilihat masyarakat.

"Memang kami pilihkan di Jalan Raya Bypass Mojokerto Kota, karena jalur yang cukup tinggi kecelakaan lalu lintasnya. Ditambah bisa dilihat oleh masyarakat dari arah Jombang maupun Surabaya," ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan tugu lakalantas ini sebagai warning bahayanya berkendara dengan kecepatan tinggi. Karena ugal-ugalan bisa mencelakai pengendara itu sendiri maupun orang lain.

Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap Saat Berburu Target, Polisi Ungkap Empat Lokasi Aksi Pelaku

Pembangunan tugu ini sekaligus sebagai inovasi bertepatan dengan Operasi Patuh Semeru 2024.

"Diharapkan dengan tugu ini masyarakat bisa menjadi berhati-hati dan menaati lalu lintas. Jalan memang mulus, lurus, tapi bukan berarti kita bisa memacu laju kendaraan sesuai kehendak kita," tegas Sudirman.

Terpisah, Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Kota, Ipda Sujito menambahkan, pembangunan tugu lakalantas ini untuk menekan angka fatalitas kecelakaan yang terjadi, khusunya di Jalur Nasional Bypass Mojokerto-Jombang tersebut.

Baca juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Ojol, PKL dan Tukang Becak Jadi Mitra Menjaga Kondusivitas Kota

Di mana Tahun 2023 lalu, angka kecelakaan sejak Januari hingga Juni mencapai 199 kasus dengan jumlah kematian 27.

Sedangkan awal Januari sampai Juni mencapai 178 kasus, dengan jumlah kasus kematian yang sama di Tahun 2023.

"Tujuannya juga menekan angka kecelakaan. Tercatat sejak bulan April hingga Mei 2024 sudah ada empat kasus kecelakaan maut di jalur nasional tersebut," imbuh Sujito.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait