1 Hektar Lahan Tebu di Bondowoso Dipupuk Hanya Setengah Jam dengan Drone Petro Spring

1 Hektar Lahan Tebu di Bondowoso Dipupuk Hanya Setengah Jam dengan Drone Petro Spring © mili.id

PT Petrokimia Gresik, SGN, BNI dan APTRI Bondowoso panen tebu di Desa Mangli Wetan, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Kamis (4/7/2024) - (Foto: Deni AW/mili.id)

Bondowoso - Teknologi Petro Spring terbang di lahan tebu Desa Mangli Wetan, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Kamis (4/7/2024).

Petro Spring adalah akronim dari Petrokimia Smart Precisson Farming. Salah satu teknologinya berupa drone untuk mempermudah petani dalam penyemprotan pupuk dan pestisida.

Baca juga: Polres Bondowoso Amankan DPO Kasus Curanmor di Tol Kalikangkung Jawa Tengah

Di Mangli Wetan, drone tipe T20 terbang dan memperagakan bagaimana efektif dan efisiennya teknologi tersebut.

Setiap isi daya baterai dibutuhkan waktu 10 menit. Dan penyemprotan pupuk serta pestisida hanya butuh waktu 30 menit untuk menjangkau 1 hektar lahan.

Untuk tipe T20 sekali terbang mampu membawa 20 liter pupuk atau pestisida cair. Ada juga tipe lain yang mampu mengangkut 34 sampai 36 liter.

Direktur Keuangan dan Umum pada PT Petrokimia Gresik, Robby Setyabudi Madjid menyebut bahwa teknologi itu segera diperkenalkan lebih masif di Indonesia.

"Kami akan launching program petro spring atau smart precission farming. Salah satunya menggunakan drone," kata Robby di sela Panen dan Tanam Tebu di Desa Mangli Wetan, Kecamatan Tapen.

Ia berharap teknologi ini dapat bermanfaat bagi petani tebu yang rata-rata memiliki lahan luas.

"Harapannya lebih efektif, lebih efisien dalam penerapan atau pemberian pupuk dan obat-obatan atau pestisida," jelas Robby.

Baca juga: HUT Bhayangkara ke-80, Polres Bondowoso Gelar Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Prajekan

Pada kegiatan itu bukan hanya unjuk teknologi tetapi juga mendiskusikan seputar program Mari Kita Majukan Usaha (Makmur).

Program dari Kementerian BUMN ini berpola kolaboratif lintas sektoral untuk kemaslahatan petani yang diterapkan sejak 3 tahun lalu.

"Program ini memang yang mengadopsi pertama di Bondowoso dan tebu. Tapi di wilayah lain tidak hanya untuk pertanian tebu saja," ucapnya.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Bondowoso, H. Rolis Wikarsono menjelaskan beberapa hal tentang manfaat program makmur bagi petani setempat.

Baca juga: Jumat Berkah Berbagi Polres Bondowoso, 500 Nasi Kotak Dibagikan kepada Jamaah Usai Salat Jumat

"Program makmur sudah mengcover sekitar 6.500 hektar. Jadi bukan hanya di Mangli Wetan, tapi sudah rata di seluruh Kabupaten Bondowoso, hampir semua kecamatan sudah tercover dengan program ini," terang Rolis.

Ia menyatakan, petani tebu menuai ragam manfaat dari program tersebut. Yang paling utama adalah kepastian dari sisi permodalan hingga pemasaran.

"Petani mendapatkan dana dari perbankan untuk ditransfer ke Petrokimia. Setelah itu, petani terima pupuknya, sehingga petani dapat jaminan pupuk yang asli dan bagus dalam waktu yang cepat, untuk prosesnya hanya butuh 2 sampai 3 hari saja," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait