Coklit Serentak Satu Juta Pemilih KPU Jatim raih rekor MURI - (Foto: Bejo/mili.id)
Surabaya - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menggelar Gebyar Coklit Serentak Satu Juta Pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Dalam acara yang digelar di Hotel Majapahit Surabaya pada Senin (24/6/2024) malam itu, target dalam satu hari tercatat satu juta pemilih terlampaui.
Baca juga: Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”
Hadir di acara Pencocokan dan Penelitian Data Pemilih (Coklit) itu, selain Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi dan seluruh jajaran komisionernya, juga perwakilan Bawaslu Jatim, Bakesbangpol Jatim, KPU kabupaten/kota dan perwakilan Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) dari berbagai kabupaten/kota di Jatim.
Yang menarik, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI).
"Kegiatan tahapan pemutakhiran data ini sengaja dibikin luar biasa. Gebyar Coklit Serentak Satu Juta Pemilih agar tahapan Pilkada Serentak 2024 bisa tersosialisasi dengan baik ke seluruh masyarakat di Jatim," terang Aang.
Menurut Aang, Gebyar Coklit Satu Juta Pemilih ini melibatkan sekitar 116 ribu petugas Pantarlih.
"Dengan target satu juta pemilih untuk proses pendaftaran yang dilakukan Pantarlih di hari pertama ini diusulkan masuk catatan rekor MURI. Bahkan banyak di sejumlah kabupaten/kota melampaui target jumlah satu juta," ujar Aang.
Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat Jatim memastikan diri, bahwa namanya telah tercatat sebagai pemilih untuk menyalurkan hak suaranya.
"Kami minta masyarakat Jatim memastikan namanya terdaftar oleh petugas Pantarlih. Tidak ada perbedaan dari latar belakang dan simpatisan partai apapun. Kalau sudah berumur 17 tahun, atau pernah/sudah menikah harus mendapat kepastian terdaftar. Dan, petugas Pantarlih memang harus turun untuk melakukan pendataan, jangan hanya bekerja di belakang meja, harus turun," terang mantan Komisioner Panwaslu Jatim itu.
Baca juga: Mobil Dinas KPU Jatim Terpantau di Hotel Trawas Saat Jam Kerja, Publik Pertanyakan Penggunaannya
Untuk diketahui, tahapan coklit berlangsung selama satu bulan, mulai 24 Juni hingga 24 Juli 2024. Sedangkan jumlah pemilih sesuai DP4 untuk Pilgub Jatim 2024, sekitar 31 juta pemilih.
“Petugas Pantarlih ini luar biasa, pagi baru dilantik mereka langsung kerja dengan target satu juta pemilih, untuk hari pertama. Saya optimis target terpenuhi. Sebab jika masing-masing Pantarlih yang berjumlah 116 ribu minimal melakukan coklit ke 10 orang, maka target itu akan terpenuhi,” tegasnya.
Coklit ini sangat menentukan tahapan-tahapan lainnya di pemilu, termasuk untuk menentukan jumlah TPS. Kepada petugas Coklit dirinya berpesan agar menjalankan tugas dengan serius untuk menghasilkan data berkualitas, akurat dan mutakhir.
"Ada tugas tambahan bagi Pantarlih yakni memberikan pendidikan pemilih untuk seluruh warga di Jatim saat mendatangi pemilih dari rumah ke rumah," harapnya.
Baca juga: Khofifah Lantik IKA UNAIR Bali, Ajak Alumni Perkuat Ekonomi Daerah
Hingga pukul 21.00 WIB, data coklit yang masuk tercatat sebanyak 1.107.000 pemilih. Artinya tercapai dan layak meraih Rekor MURI, untuk capaian Coklit terbanyak di hari pertama.
Di acara itu, juga dilakukan komunikasi via zoom dengan petugas Coklit dari berbagai kabupaten/kota. Juga dialog singkat soal kinerja, termasuk suka duka saat menjalankan tugas.
"Ini suatu kehormatan bagi lembaga kami, hari ini hadir kedua kalinya ke KPU Jatim. Yang pertama saat Launching Tahapan Pilkada Serentak dengan keanekaragaman dan jumlah peserta terbanyak. Kedua, malam ini untuk Gebyar Coklit Serentak Satu Juta Pemilih,” ungkap Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo.
Malam itu, KPU Jatim resmi menerima Piagam Penghargaan Rekor MURI, sebuah apresiasi untuk kinerja yang cepat, yakni satu juta pemilih berhasil tercatat atas kinerja para petugas Coklit di Jatim.
Editor : Narendra Bakrie
