Kata DPRD Soal Pergantian Kendaraan Dinas Pemkot Surabaya ke Mobil Listrik

Kata DPRD Soal Pergantian Kendaraan Dinas Pemkot Surabaya ke Mobil Listrik © mili.id

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, William Wirakusuma (Foto: Bejo/mili.id)

Surabaya - Rencana Pemkot Surabaya yang akan segera mengganti kendaraan dinas seluruh OPD dari konvensional ke mobil listrik mendapat tanggapan positif dari DPRD.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, William Wirakusuma mengatakan bahwa banyak kendaraan dinas di pemkot, yang memang sudah layak diganti, di antaranya mobil Panther yang usianya lebih dari 10 tahun.

Baca juga: Aliansi Kalijudan Bersih, Desak Pengurus LPMK Mundur dan Dugaan Pungli Diusut Tuntas

"Dan dengan mobil listrik tentu banyak penghematan anggaran, sekaligus ramah lingkungan,” ujar William, Jumat (21/6/2024).

Politisi PSI ini menjelaskan, dengan mengganti kendaraan operasional dinas dari konvensional ke mobil listrik, berarti Wali Kota Eri Cahyadi telah menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7/2022.

Inpres itu berisikan langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas pokok, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk melakukan percepatan pelaksanaan program penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle), sebagai kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintahan daerah.

Baca juga: DPMM FC Gagal Pertahankan Keunggulan, Tampines Rovers Paksa Laga Berakhir Imbang 2-2 di Piala Presiden 2026

Soal ketersediaan unitnya, William memastikan banyak tersedia. Nantinya bisa dilelang, ditawarkan di e-Katalog, karena kendaraan listrik juga sudah banyak masuk ke Surabaya.

Seperti diketahui, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi segera melakukan konversi kendaraan dinas operasional Pemkot Surabaya. Konversi kendaraan konvensional menjadi mobil listrik nantinya akan dilakukan dengan cara sistem sewa.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli Demi Lindungi Aset Daerah Strategis

Eri Cahyadi mengatakan, biaya sistem sewa kendaraan akan lebih murah ketimbang harus membeli kendaraan baru.

"Kalau kita itu punya, beli mobil terus kita lakukan perawatan sendiri, itu lebih mahal. Makanya kita kemarin menyampaikan, wis didol kabeh ae (dijual saja semua) kita lakukan sewa mobil," ungkap Eri Cahyadi pada Selasa (18/6/2024) lalu.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait