Pelajar SMA di Jember Diduga Jadi Korban Bullying, Orangtua Lapor Polisi
Kamis, 15 Mei 2025 17:30 WIB"Dua hari ini anak saya tidak berani masuk sekolah. Sampai dia ninggalin tasnya di sana," ungkap Dini, ibu korban.
"Dua hari ini anak saya tidak berani masuk sekolah. Sampai dia ninggalin tasnya di sana," ungkap Dini, ibu korban.
Berkas rencana tuntutan terhadap terdakwa Ivan sudah siap dibacakan.
JPU menghadirkan ahli hukum pidana.
Sidang kali ini, JPU menghadirkan 3 saksi.
Penyidik Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini, dan sudah melakukan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi.
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra mengatakan bahwa ada persoalan serius tentang bullying yang selama ini dilaporkan orangtua korban.
Dugaan perundungan dan pelecehan itu terekam CCTV.
Korban juga mengalami perundungan secara verbal enam orang teman sekelasnya.
Bullying atau perundungan kerap dialami anak-anak di sekolah, bahkan saat bermain bersama temannya di kampung.
Video berisi aksi bullying yang dilakukan sejumlah remaja di Jember, viral di media sosial.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdianto mengatakan bahwa perundungan dengan kekerasan itu dilakukan pelajar SMP.
Dinas Pendidikan Kota Malang dan kepolisian masih menelusuri di mana para pelajar tersebut bersekolah.
"Itu hanya kesalahpahaman dan sudah diselesaikan melalui proses mediasi," ujar Kepala SMP 17 Agustus 1945 Muncar, Yuliati.
"Anak saya mengaku dipukul oleh kakak kelasnya waktu jam istirahat. Kata dia, sekitar 10 orang bergantian mukul," ungkap Sahnan, ayah salah satu korban.