Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Mojokerto resmi menjadi cabor di bawah naungan KONI. Foto : (nana/mili.id)
Mojokerto - Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Mojokerto resmi menjadi cabor di bawah naungan KONI.
Tak butuh waktu lama, para atlet tinju yang ditransfer dari cabor kickboxing kini mulai menjalani latihan.
Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto
Muskot perdana Pertina Kota Mojokerto digelar di kantor KONI pada pekan lalu ini, juga menetapkan M. Aditya Akbar Maulana sebagai ketua.
Pemuda berlatar belakang cabor sepak bola itu dipilih secara aklamasi oleh peserta muskot yang terdiri dari perwakilan KONI hingga Pertina Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, susunan pengurus berikut jajaran pelatih pun ditetapkan. Terkait juru latih, Ketua Kickboxing Indonesia (KBI) Kota Mojokerto Juang Ade Gemilang didaulat sebagai pelatih kepala.
Penunjukan terhadap Juang tak lepas dari kemiripan antara tinju dengan kickboxing.
”Sistem tandingnya sama, perbedaannya hanya kalau kickboxing boleh pakai kaki, kalau tinju pakai tangan. Itu saja," aku Juang, Sabtu (24/5/2024) pada mili.id.
Keselarasan antarcabor ini pula yang membuat atlet KBI dan Pertina dapat menjalani latihan bersama mulai Selasa (20/5/2024).
Baca juga: Ular Besar Masuk Rumah Warga Magersari, Petugas BPBD Kota Mojokerto Evakuasi dari Bawah Lemari
Pemusatan latihan itu digelar di Sekretariat KBI Kota Mojokerto, Jalan KH. Mas Mansyur 36, Lingkungan Suronatan, Kelurahan/Kecamatan Magersari.
Rencananya, kata Juang, latihan itu akan digelar secara rutin sepekan tiga kali. Selain melatih kemampuan atlet di markas, kekuatan fisik petarung juga akan diasah melalui sejumlah materi di Gelora Ahmad Yani.
Ia mengungkapkan, setidaknya terdapat 5 atlet yang kini berlatih di cabor tinju.
Baca juga: Harga Turun, Sapera Justru Jadi Primadona! Kisah Polisi di Mojokerto yang Sukses Bangun 5 Kandang
Mereka adalah petarung yang sebelumnya berkiprah di cabor kickboxing kota, status atlet merangkap cabor seperti ini banyak dijumpai, khususnya diantaranya cabor serumpun seperti bela diri.
Kendati demikian, saat turun di kejuaraan, mereka tetap harus tampil untuk satu cabor. Juang memastikan pembagian atlet tak akan menganggu prestasi kedua cabor.
Sebab selain kategori pertandingan yang berkarakter individual, kategorinya pun tak sebanyak cabor lain. "Jadi kami bagi supaya bisa sama-sama tampil di porprov tahun depan," ia memungkasi.
Editor : Aris S
