Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto bekerjasama dengan Pemkab Mojokerto, Kodim 0815/Mojokerto melakukan fogging serentak di 18 kecamatan, Selasa (23/4/2024) - (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Wilayah Kabupaten Mojokerto sedang menghadapi endemi demam berdarah dengue (DBD).
Polres Mojokerto bekerjasama dengan Pemkab Mojokerto, Kodim 0815/Mojokerto melakukan fogging serentak di 18 kecamatan, Selasa (23/4/2024).
"Kegiatan fogging difokuskan pada area pemukiman warga yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk," terang Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto.
Menurut Ihram, fogging dilakukan dengan obat yang sudah dianjurkan dan dinilai efektif untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypti, yang menjadi faktor utama DBD.
DBD sendiri merupakan penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti yang hidup di daerah tropis dan subtropis. Kondisi DBD serius ditandai pendarahan serius, serta penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, hingga menyebabkan kematian.
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
Fogging serentak di Kabupaten Mojokerto
"Cuaca yang tiba-tiba hujan dan panas terik, tidak menutup kemungkinan juga menjadi faktor rentannya penularan penyakit DBD. Sehingga kami juga menghimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mencukupi kebutuhan gizi yang baik. Bila perlu mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, agar tidak mudah terserang penyakit," papar Ihram.
Dia juga mengingatkan kepada warga, bahwa fogging hanyalah salah satu langkah pencegahan untuk membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan untuk telur, larva dan jentik hanya efektif dengan tindakan 3M (Menguras, Menutup dan Mendaur ulang).
"Sebaiknya masyarakat juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pola 3M," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
