Persiapan Pawai Ogoh-ogoh di Banyuwangi dan Jember: Kaki Gunung Raung-Siang Hari

Persiapan Pawai Ogoh-ogoh di Banyuwangi dan Jember: Kaki Gunung Raung-Siang Hari © mili.id

Proses pengerjaan ogoh-ogoh di Balai Banjar Dusun Sumberejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi oleh pemuda Hindu setempat (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

mili.id - Pawai ogoh-ogoh yang menjadi rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi bakal digelar Umat Hindu di Banyuwangi dan Jember.

Seperti halnya Umat Hindu di tepian hutan atau kaki Gunung Raung, Dusun Sumberejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism

Proses penggarapan ogoh-ogoh sudah dikebut sejak satu bulan lalu, setelah pemerintah menetapkan Hari Raya Nyepi jatuh Senin (11/3/2024).

"Sudah kita mulai sejak pertengahan Januari lalu. Melibatkan seluruh pemuda (Hindu) di sini. Secara bergantian dari pagi sampai malam," jelas Andik Kurniawan, pemuda Hindu sekaligus kreator pembuatan ogoh-ogoh kepada mili.id, Sabtu (2/3/2024).

Menurut Andik, tema yang dikemas dibuat up to date atau kekinian. Dari ogoh ibu-ibu tengah berfoto diri (selfi), model dinosaurus berkepala manusia, sampai karakter manusia mirip superhero keluaran Marvel, Hellboy.

Kendati kekinian dan jauh dari nuansa kolot, tapi tetap mencerminkan sifat buruk manusia. Penggambaran kondisi kehidupan saat ini.

"Ada mama berfoto selfie sambil berpose saranghae. Kan menggambarkan kondisi saat ini. Apapun jadi bahan untuk diunggah. Bahkan kejelekan pun ikut diunggah," tambahnya.

Sementara tokoh Umat Hindu setempat, Tejo Dwi Saputro menyebut bila proses penggarapan ogoh-ogoh sepenuhnya diserahkan pada pemuda Hindu Sumberejo. mereka pun diberikan kebebasan memilih tema maupun bentuk ogoh-ogoh yang dibuat.

"Setelah pandemi, pembuatan sampai pawai ogoh-ogoh kita serahkan sepenuhnya kepada barisan pemuda. Kita hanya mengawal dan memberikan dukungan," katanya.

Selain barisan pemuda Hindu, Tejo mengungkap jika pemuda Islam turut membantu proses pembuatan ogoh-ogoh. Jalinan itu telah menjadi sebuah tradisi. Tak ada paksaan datang karena tergerak dan berlangsung turun-temurun.

"Sudah lama. Turun temurun disini mereka (pemuda Islam) membantu pengerjaan ogoh-ogoh. Bahkan mereka membantu saat pawai hingga proses pengamanan saat kami Nyepi. Toleransi disini (Dusun Sumberejo) sangat kuat dan terjalin erat," jelas Tejo.

Baca juga: Aston Jember Sajikan Sensasi Street Food Jepang Autentik

Pawai ogoh-ogoh akan dilangsungkan pada 10 Maret 2024, mengitari rute yang telah ditentukan.

"Start dan finis di balai banjar. Mengitari rute dusun dan juga tepian hutan Gunung Raung yang masih jalanan Dusun Krajan dan Sidomulyo, Desa Jambewangi. Lalu diakhiri prosesi pembakaran ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan roh buruk," terang dia.

Pawai Ogoh-Ogoh di Jember Bakal Digelar Siang Hari

Terpisah, Umat Hindu di wilayah Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember juga telah membuat ogoh-ogoh.

Menurut Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Umbulsari, Wahyu Widodo, Hari Raya Nyepi tahun ini bertepatan dengam awal Puasa Ramadan 1445 H bagi umat Islam.

Atas dasar itu, parade ogoh-ogoh yang biasanya dilakukan malam hari, dimajukan siang hari.

Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember

"Bagi kami Umat Hindu, persiapan perayaan Nyepi akan dimulai Minggu 3 Maret 2024 besok. Diawali dengan menggelar upacara Melasti Tahun Baru Saka 1946 di Pantai Paseban, Kencong," papar Wahyu, Sabtu (2/3/2024).

Persiapan perayaan Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Jember (Foto: Pit for mili.id)Persiapan perayaan Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Jember (Foto: Pit for mili.id)

"Ini bertujuan untuk mensucikan diri dari hal-hal yang jahat, kemudian dilanjutkan melepas jolen (sesaji) ke laut diiringi gamelan dan doa," tambahnya.

Untuk upacara Melasti dan Catur Brata, penyepian seperti biasa dan dilaksanakan malam hari.

"Untuk kirab ogoh-ogoh yang berada di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, kita gelar siang hari. Kenapa? Karena pada malam tanggal 10, saudara kita umat muslim memasuki ramadan, jadi kita harus saling menghormati satu sama lain sebagai sesama pemeluk agama," ujarnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait