Harga Beras di Jatim Meroket, Kadisperindag: 34 Ton akan Dibagi Usai Pemilu

Harga Beras di Jatim Meroket, Kadisperindag: 34 Ton akan Dibagi Usai Pemilu © mili.id

Salah satu pedangang beras di Pasar Tradisional Tabahrejo Surabaya. (Foto: Rama Indra/mili.id)

Surabaya - Harga beras premium di Kota Surabaya, Jawa Timur meroket perlahan mulai dari Rp 13.900/kg menjadi Rp 16.000/kg, sejak Januari 2024.

Salah satu pedangang beras di Pasar Tradisional Tabahrejo Surabaya, Fang mengatakan, harga beras ini mengalami kenaikan sejak akhir Januari lalu.

Baca juga: Four Points by Sheraton Surabaya Gelar Trading Card Show Pertama di Surabaya

"Harga merangkak naik sejak akhir Januari. Tidak tiba-tiba, dimulai dari harga Rp 14.000 sampai saat ini terpantau kenaikan Rp 2000. Jadi Rp 16.000," kata Fang ditemui di lapaknya, Selasa (13/1).

Menurut Fang, naiknya harga beras tidak memiliki dampak serius di penjualannya. Katanya, sengaja mengurangi pasokan kulak beras. Setelah mengetahui harga beras yang tak kunjung turun.

"Ke agen tengkulak, beras 25 kg mula Rp 324.000 kini menjadi Rp 375.000. Rutin kulak sebelumnya, hingga akhirnya harga naik dan pembeli di pasar tradisional saat ini sepi, beralih memilih membeli beras di agen-agen," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Jatim, Iwan menyebutkan, naiknya harga beras tidak terjadi di Surabaya saja, namun rata di sejumlah wilayah di Jatim.

"Perkembangan harga seiring gabah kering panen di Jawa Timur hari ini yang sudah mencapai Rp 7.430/kg, lebih tinggi dari Gabah Kering Panen (GKP) di tanggal 20 Januari 2024 harga Rp 6.850," kata Iwan.

Baca juga: Suroboyo 10K 2026 Dibanjiri Ribuan Pelari, Hotel dan Kuliner Surabaya Ikut Terdongkrak

Iwan menjelaskan, naiknya harga GKP di bulan ini turut dipengaruhi oleh jumlah pendapatan gabah kering, dari petani; akibat kendala cuaca ekstrem.

Sehingga, lanjut Iwan, Pemerintah Provinsi Jatim merencanakan skema pemberian bantuan beras; kepada 3,4 juta keluarga penerima manfaat (KPM) Jatim, diberikan usai pelaksanaan Pilpres.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog. Terkait penyaluran bantuan pangan pemerintah di periode Februari. Dilaksanakan mulai 15 Februari, setelah pemilu dengan jumlah 3,4 Juta penerima," ucapnya.

Iwan merinci, beras dibagian ke sebanyak 3,4 juta keluarga penerima manfaat itu masing-masing sebanyak 10 kg; atau beras seluruhnya terkumpul 34 Ton.

Baca juga: Remaja Surabaya Tewas Diduga Dikeroyok Usai Perselisihan Sandal Crocs Rp1,5 Juta

"Usai pemilu nanti bantuan ke penerima manfaat masing masing 10 kilogram dan disalurkan melalui mekanisme Bulog ke Pos Indonesia," rinci Iwan.

Terpisah, Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Jatim, Ermin Tora menyebut, pihaknya akan menyiapkan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk menstabilkan harga beras di wilayah Jatim.

"Tahun 2024 ini kami akan semaksimal mungkin melakukan serapan beras dari petani," tandasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait