Motornya Sempat Terbang Gegara Rem Blong di Gotekan Mojokerto, Pasutri Terluka

Motornya Sempat Terbang Gegara Rem Blong di Gotekan Mojokerto, Pasutri Terluka © mili.id

Motor yang dinaiki pasutri sempat terbang sebelum mengalami kecelakaan di turunan Gotekan, Mojokerto (Foto: Achmad Supriyadi/mili.id)

Mojokerto - Setelah motor yang ditumpanginya sempat terbang gara-gara rem blong di turunan Gotekan Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pasangan suami istri (pasutri) terluka.

Dalam waktu bersamaan, ada tiga insiden serupa, salah satunya dialami pasutri asal Kota Surabaya tersebut. Keduanya mengalami luka cukup parah.

Baca juga: Ratusan Relawan Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ini Kata Cak Sumardi

Pasutri itu bernama Abdul Cholik (25) dan Umi Hanik (26). Keduanya menaiki motor Honda Vario dengan nopol L 4134 LL.

Seorang relawan, Made Zakaria mengatakan, korban laki-laki mengalami kejang dan perempuan cedera di bagian punggung.

"Kecelakaan yang menonjol tiga kejadian. Korban pria alami kejang dan si perempuan cedera pada punggung," ungkap Zakaria, Minggu (18/6/2023).

Zakaria menambahkan, korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Sumber Glagah yang berada di Tanjungkenongo, Pacet.

"Langsung dibawa ke Rumah Sakit Sumber Glagah untuk mendapatkan perawatan medis," bebernya.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

Sementara sopir ambulans yang membawa salah satu korban, Suyit menjelaskan bahwa dirinya saat itu sedang berada di warung.

"Tiap hari minggu dan libur saya kan memang berada di Jalur Sendi, Gotekan, Cangar untuk membantu pengendara yang mengalami kecelakaan," ungkapnya.

Menurut Suyit, kedua korban terpental sekitar 10 meter setelah motor yang dikendarai menabrak pembatas terbuat dari sekam padi.

"Dua orang itu terpental dari motornya dan keluar dari pembatas dari sekam. Langsung kami evakuasi ke rumah sakit terdekat," pungkasnya.

Baca juga: Dari Kandang Binaan ke Meja Warga, Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto Hidupi Peternak dan Ribuan Mustahik

 

Reporter: Achmad Supriyadi

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait