Buleks Desak Evaluasi Total Direksi BUMD Surabaya Segera Dilakukan

Buleks Desak Evaluasi Total Direksi BUMD Surabaya Segera Dilakukan © mili.id

Mili.id – Kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Surabaya kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono atau yang akrab disapa Buleks, mendesak Pemerintah Kota Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi BUMD yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Buleks, BUMD harus dikelola secara profesional layaknya perusahaan swasta yang berorientasi pada keuntungan dan inovasi. Jabatan strategis seperti Direktur Utama, Direktur Operasional, Direktur Keuangan, hingga Direktur Marketing harus diisi oleh sosok yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak yang terbukti.

Baca juga: Ais Shafiyah Desak Soewandhie Benahi Pelayanan Farmasi Segera Sekarang

"Kalau saya punya perusahaan, saya kasih waktu satu tahun. Kalau tidak menghasilkan keuntungan, ya selesai. Jangan hanya gajinya yang terpenuhi, tetapi perusahaan tidak memberikan keuntungan ke daerah," tegas Buleks, Rabu (15/7/2026).


Dalam evaluasinya, Buleks secara khusus menyoroti kinerja PD Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya. Menurutnya, perusahaan tersebut memiliki aktivitas operasional yang jelas dan rutin sehingga seharusnya mampu menghasilkan keuntungan apabila dikelola dengan efisien.

Ia menilai, salah satu persoalan yang perlu dibenahi adalah penyesuaian jumlah tenaga kerja dengan volume produksi agar beban operasional tidak membengkak.

"Kalau jumlah sapi dan babi yang disembelih bisa dihitung setiap hari, maka kebutuhan pegawai juga harus disesuaikan. Jangan sampai pegawainya terlalu banyak tetapi perusahaan tidak menghasilkan keuntungan. Harus ada inovasi agar lebih efisien," ujarnya.

Baca juga: Cak Yebe Dukung Sidak Eri, Ingatkan Etika Penanganan ASN

Selain meminta pembenahan manajemen, Buleks juga mengusulkan agar aset-aset BUMD yang tidak produktif dimanfaatkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau investor apabila pengelolaan internal dinilai tidak lagi efektif.

Menurutnya, langkah tersebut lebih menguntungkan dibandingkan membiarkan aset daerah mangkrak tanpa memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah.

"Kalau perusahaan stagnan, lebih baik asetnya disewakan atau dikerjasamakan dengan investor. Yang penting aset daerah tetap produktif dan menghasilkan keuntungan daripada terbengkalai," katanya.

Baca juga: Anas Karno Dorong Gen Z Bangun Ekonomi Kreatif Kampung

Buleks menambahkan, keberhasilan sebuah BUMD tidak hanya bergantung pada satu orang direktur, tetapi juga membutuhkan kerja sama seluruh jajaran direksi untuk melahirkan ide-ide baru yang mampu meningkatkan daya saing perusahaan.

Ia berharap evaluasi terhadap BUMD dilakukan secara objektif dan berbasis kinerja sehingga perusahaan milik daerah benar-benar mampu menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi Kota Surabaya, sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Editor : Redaksi



Berita Terkait