Mili.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau, cerdas, efisien, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut disampaikan saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan pada peluncuran Green, Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026 di Dermaga C PT Petrokimia Gresik, Rabu (15/7/2026).
Baca juga: Khofifah Lantik Enam Pejabat, Dorong Transformasi Digital Pelayanan Publik
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Perdagangan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perhubungan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Wakil Menko Pangan, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, serta Bupati Gresik.
Menurut Khofifah, konsep green and smart port menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem logistik nasional. Pelabuhan yang modern dan ramah lingkungan dinilai mampu memperlancar distribusi barang, memperkuat rantai pasok, serta mendukung target swasembada pangan nasional.
"Swasembada pangan yang menjadi cita-cita bangsa ini akan terwujud bila didukung infrastruktur, salah satunya pelabuhan yang smart dan kompetitif," ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, pengembangan pelabuhan hijau akan memberikan dampak positif terhadap lingkungan melalui pengurangan emisi karbon, pemanfaatan energi terbarukan, penggunaan peralatan berbasis listrik, hingga pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, penerapan teknologi digital melalui sistem otomatisasi bongkar muat, pelacakan kontainer secara real time, layanan perizinan daring, pembayaran cashless, hingga single window system diyakini mampu memangkas waktu pelayanan dan menekan biaya logistik.
"Pelabuhan yang green dan smart akan memperlancar rantai pasok sehingga sektor logistik menjadi lebih efisien dan semakin kompetitif," katanya.
Baca juga: Khofifah Ajak MUI Perkuat Dakwah Digital Cegah Kerentanan Sosial
Khofifah menambahkan, modernisasi pelabuhan juga akan meningkatkan daya tarik investasi, membuka lapangan pekerjaan baru, serta menjaga stabilitas harga barang melalui distribusi yang lebih cepat dan efisien.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh tingginya produksi, tetapi juga oleh sistem distribusi yang kuat.
Menurutnya, pelabuhan merupakan simpul strategis yang menghubungkan proses produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
"Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas bukan lagi pilihan, melainkan keharusan," tegas Zulhas.
Program GSPI ASRI 2026 merupakan asesmen nasional bagi pelabuhan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan digitalisasi. Penilaian meliputi aspek manajemen, efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, digitalisasi, inovasi teknologi, hingga keselamatan operasional dengan mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan Penghargaan Green and Smart Port 2025 kepada delapan operator pelabuhan dan kawasan industri yang dinilai berhasil menerapkan prinsip pelabuhan hijau dan cerdas, di antaranya PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, serta Terminal Petikemas Bitung.
Usai seremoni, Menko Zulkifli Hasan bersama jajaran kementerian dan Gubernur Khofifah meninjau langsung fasilitas Pelabuhan Petrokimia Gresik untuk melihat implementasi teknologi digital, efisiensi operasional, keselamatan kerja, serta pengelolaan pelabuhan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Editor : Redaksi
