Kunjungan yang berlangsung di Balai Kota Mojokerto, Kamis (25/6/2026).
Mili.id - Meski memiliki wilayah yang kecil dan minim sumber daya alam, Kota Mojokerto kembali menarik perhatian pemerintah pusat. Kali ini, kota tersebut menjadi lokasi kunjungan lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Kunjungan yang berlangsung di Balai Kota Mojokerto, Kamis (25/6/2026), menjadi bagian dari penyusunan policy brief atau rekomendasi kebijakan. Para peserta memilih Kota Mojokerto karena dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi dalam pengembangan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM.
Baca juga: Forum Kepatuhan Jamsostek Kota Mojokerto Resmi Dibentuk, Targetkan Percepatan UCJ 2026
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, menjelaskan bahwa UMKM menjadi penopang utama perekonomian daerah. Karena itu, Pemkot Mojokerto terus memberikan berbagai bentuk pendampingan agar pelaku usaha mampu berkembang dan naik kelas.
Berbagai program yang dijalankan meliputi pelatihan peningkatan kapasitas usaha, pengemasan dan branding produk, pemasaran digital, coaching clinic, fasilitasi promosi hingga pendampingan sertifikasi produk.
"Khusus UMKM sektor makanan dan minuman, dari total 4.649 pelaku usaha, sebanyak 3.430 atau sekitar 73,8 persen telah mengantongi sertifikat halal. Sisanya terus kami dampingi melalui skema self declare bekerja sama dengan BPJPH," ujar Ning Ita.
Ia menambahkan, berbagai program tersebut berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang terus meningkat. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,34 persen, naik dibandingkan 2024 sebesar 5,32 persen. Sementara pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,05 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun Jawa Timur.
Meski demikian, Ning Ita menegaskan capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri.
"Prestasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah agar semakin adaptif, inklusif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global," tegasnya.
Baca juga: Hemat BBM hingga 20 Persen, Wali Kota Mojokerto Ajak ASN Gowes dan Kerja Bakti Tiap Jumat
Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, menyebut Kota Mojokerto layak disebut sebagai "laboratorium kepemimpinan". Menurutnya, berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah daerah terbukti mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Di sini kami melihat bagaimana sebuah kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan dan menghasilkan perubahan. Itu yang ingin dipelajari para peserta," katanya.
Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang melampaui rata-rata Jawa Timur maupun nasional menjadi contoh praktik terbaik (best practice) yang layak dijadikan bahan rekomendasi kebijakan di tingkat pusat.
"Kami ingin menggali praktik-praktik baik yang ada di Mojokerto, kemudian dianalisis dan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan bagi para pemangku kepentingan di tingkat nasional," ujarnya.
Baca juga: Pariwisata Jadi Andalan, Pemkot Mojokerto Genjot Pertumbuhan Ekonomi
Perwakilan peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI, Hendriyanto Hadi Tjahyono, mengatakan kunjungan tersebut difokuskan pada tiga isu utama, yakni penguatan UMKM, tata kelola Koperasi Desa Merah Putih, dan hilirisasi industri kecil menengah (IKM).
"Ketiga isu itu kami lihat memiliki banyak contoh keberhasilan di Kota Mojokerto. Karena itulah kami memilih Mojokerto sebagai lokasi pembelajaran," jelas Widyaiswara Ahli Utama LAN RI tersebut.
Selama berada di Kota Mojokerto, para peserta juga dijadwalkan mengunjungi Sentra IKM Maja Barama Wastra dan Koperasi Desa Merah Putih Gunung Gedangan untuk melihat langsung implementasi berbagai program yang telah dijalankan pemerintah daerah. Ini bukan kali pertama Kota Mojokerto menjadi tujuan studi lapangan LAN RI. Pada 2024 lalu, kota ini juga menjadi lokasi studi lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).
Editor : Redaksi
