Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sidoarjo, Sriatun Subandi, turun langsung menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng kepada warga di tiga desa, yakni Desa Keboananom, Desa Ganting, dan Desa Karangbong, Rabu (17/6/2026).
Mili.id – Komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok kembali ditunjukkan melalui penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Gedangan. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sidoarjo, Sriatun Subandi, turun langsung menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng kepada warga di tiga desa, yakni Desa Keboananom, Desa Ganting, dan Desa Karangbong, Rabu (17/6/2026).
Penyaluran bantuan yang didampingi Dinas Pertanian Sidoarjo, Dinas Sosial Sidoarjo, Wakil Cabang Bulog Sidoarjo, serta Forkopimka Gedangan tersebut menjadi bagian dari program pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya harga sejumlah bahan pokok.
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Sebanyak 570 warga Desa Keboananom, 376 warga Desa Ganting, dan 505 warga Desa Karangbong tercatat menerima bantuan tersebut.

Sriatun Subandi menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga, khususnya kelompok yang terdampak kondisi ekonomi saat ini.
“Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat. Di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, bantuan pangan ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat. Bantuan ini berasal dari program Presiden Republik Indonesia yang disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima,” ujarnya.
Menurut Sriatun, jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2026 mengalami lonjakan yang cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu penerima manfaat berkisar 79 ribu orang, maka tahun ini jumlahnya mencapai 181.442 penerima manfaat.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan program perlindungan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga: Wabup Sidoarjo Hadiri Grand Final Gukyuk Cilik 2026, Dorong Generasi Muda Jadi Duta Wisata Daerah
Ia menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan telah terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga proses penyaluran dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Selain mengajak masyarakat memanfaatkan bantuan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari, Sriatun juga memastikan kualitas beras yang dibagikan berada dalam kondisi baik dan layak konsumsi.
“Beras yang dibagikan kepada masyarakat ini kualitasnya baik dan sangat layak untuk dikonsumsi. Beras ini merupakan hasil produksi Indonesia, bukan beras impor,” tegasnya.
Lebih jauh, Sriatun berharap program bantuan pangan tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian nasional dan menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Baca juga: Kabupaten Sidoarjo Kembali Raih Opini WTP, 13 Kali Berturut-turut
“Semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong sektor pertanian Indonesia agar semakin kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Program bantuan pangan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung penggunaan hasil produksi pertanian dalam negeri sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.
(Advetorial)
Editor : Muhammad
