Mili.id – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengungkapkan bahwa Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) tengah menjalani proses penilaian oleh Guinness World Records terkait penyelenggaraan program pendidikan hak asasi manusia (HAM) berskala besar.
Pernyataan tersebut disampaikan Natalius Pigai dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.
Baca juga: Semua Fraksi Setuju, RUU Polri Selangkah Lagi Disahkan di Paripurna DPR
Menurut Pigai, program pendidikan HAM yang dilaksanakan KemenHAM berpotensi mencatatkan rekor dunia karena jumlah peserta yang terlibat melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Uruguay dengan sekitar 3.000 peserta.
“Kami berharap bisa mendapatkan pengakuan tersebut, meskipun tentu masih ada kemungkinan negara lain juga memiliki capaian yang lebih tinggi. Namun kami optimistis,” ujar Pigai.
Ia menjelaskan bahwa KemenHAM baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan pendidikan HAM di Sumatera Utara yang diikuti sekitar 6.000 peserta. Jumlah tersebut menjadi salah satu dasar pengajuan penilaian kepada Guinness World Records.
Baca juga: Pemerintah Intens Bahas Pelemahan Rupiah, Koordinasi Fiskal dan Moneter Diperkuat
Menurut Pigai, capaian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas pemahaman masyarakat mengenai hak asasi manusia secara menyeluruh, tidak hanya terbatas pada isu pelanggaran HAM semata.
Ia menilai masih banyak masyarakat yang memahami HAM hanya dalam konteks kasus-kasus tertentu, padahal konsep HAM mencakup nilai-nilai dasar yang melekat pada setiap manusia.
Karena itu, KemenHAM terus mendorong program edukasi dan sosialisasi agar pemahaman mengenai HAM dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Baca juga: DPR Dorong Pengaturan Lebih Jelas Soal Polisi Aktif di Ormas dalam RUU Polri
“Pemahaman HAM harus menjadi bagian dari kehidupan setiap orang. HAM bukan hanya berbicara tentang kasus, tetapi tentang nilai-nilai kemanusiaan yang harus dipahami bersama,” katanya.
Melalui program pendidikan HAM berskala besar tersebut, KemenHAM berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia sebagai bagian dari pembangunan bangsa.
Editor : Redaksi
