Mili.id – Laga panas semifinal Coppa Italia menghadirkan satu bintang baru yang langsung mencuri sorotan. Kiper muda Edoardo Motta tampil luar biasa dan menjadi penentu kelolosan Lazio ke partai puncak usai menyingkirkan Atalanta lewat drama adu penalti, Kamis (23/4/2026) dini hari WIB.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Setelah bermain imbang 2-2 di leg pertama, kedua tim kembali berbagi skor 1-1 hingga babak tambahan waktu. Ketegangan memuncak di babak adu penalti—dan di sinilah Motta menjelma menjadi pahlawan.
Kiper berusia 21 tahun itu mencatatkan aksi langka dengan menggagalkan empat tendangan penalti secara beruntun. Eksekusi dari Gianluca Scamacca, Davide Zappacosta, Mario Pašalić, hingga Charles De Ketelaere semuanya kandas di tangannya.
Di sisi lain, Lazio tampil efektif. Dua penendang mereka, Gustav Isaksen dan Kenneth Taylor, sukses menjalankan tugas, memastikan kemenangan 2-1 dalam adu penalti.
Tak hanya bersinar di babak tos-tosan, Motta juga tampil gemilang sepanjang laga. Salah satu momen krusial terjadi di injury time saat ia menepis sundulan Scamacca yang nyaris menjadi gol penentu.
Laga sendiri diwarnai sejumlah kontroversi. Atalanta sempat dua kali mencetak gol melalui Giacomo Raspadori dan Éderson, namun keduanya dianulir VAR karena pelanggaran dan offside.
Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, menyebut kemenangan ini sebagai buah dari perjuangan panjang timnya menghadapi lawan-lawan berat.
“Ini pertandingan yang sangat kompleks. Kami menghadapi tim kuat di stadion yang sulit bagi banyak tim Eropa. Perjalanan kami luar biasa,” ujar Sarri.
Final Jadi Harapan Baru
Keberhasilan ini membuka peluang besar bagi Lazio untuk menutup musim dengan trofi. Selain lolos ke final Coppa Italia, mereka juga memastikan tempat di Supercoppa Italiana Final Four.
Di partai puncak, Lazio akan menghadapi raksasa Serie A, Inter Milan, pada 13 Mei mendatang. Inter melaju ke final setelah melakukan comeback dramatis atas Como dengan agregat 3-2.
Final ini bukan sekadar perebutan gelar, tetapi juga momentum pembuktian—terutama bagi Motta, sang penjaga gawang muda yang kini menjelma menjadi tembok kokoh Lazio di saat paling menentukan.
Editor : Redaksi
