FK Unusa–Universiti Malaya Gelar Webinar Internasional, Bahas Penanganan Stroke Komprehensif

FK Unusa–Universiti Malaya Gelar Webinar Internasional, Bahas Penanganan Stroke Komprehensif © mili.id

Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya berkolaborasi dengan Universiti Malaya menggelar webinar internasional bertajuk “From Spasticity to Contracture: A Practical Neuromuscular–Musculoskeletal Approach to Stroke”, Jumat (27/3/2026).

Mili.id — Tren peningkatan kasus stroke pada usia produktif menjadi perhatian serius dunia medis. Kondisi ini dinilai berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya berkolaborasi dengan Universiti Malaya menggelar webinar internasional bertajuk “From Spasticity to Contracture: A Practical Neuromuscular–Musculoskeletal Approach to Stroke”, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Komisaris Polisi Itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa

Kegiatan ini menghadirkan para pakar rehabilitasi medik yang membahas penanganan stroke secara komprehensif, mulai dari pencegahan komplikasi seperti spastisitas hingga penanganan kontraktur yang berpotensi menyebabkan disabilitas jangka panjang. Webinar tersebut juga menjadi forum akademik internasional untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan di bidang rehabilitasi stroke berbasis pendekatan multidisiplin.

Dekan FK Unusa, Budi Santoso, menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan pasien stroke. Ia menjelaskan, stroke tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai meningkat pada usia produktif.

“Melalui forum internasional ini, kami ingin memperkuat kolaborasi akademik sekaligus memperkaya wawasan tenaga kesehatan dalam menangani stroke secara komprehensif, mulai dari pencegahan komplikasi hingga rehabilitasi,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswi FKIP Unusa Juara Nasional Jujitsu, Bukti Daya Saing Calon Pendidik

Sementara itu, Associate Professor Anand Samugam menyoroti urgensi pendekatan multidisiplin dalam rehabilitasi pasien stroke. Menurutnya, integrasi pendekatan neuromuskular dan muskuloskeletal menjadi kunci agar pasien tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang optimal.

Dalam sesi utama, Chung Tze Yang menekankan pentingnya intervensi dini untuk mencegah komplikasi lanjutan. Ia menyebut, spastisitas yang tidak tertangani dengan baik dapat berkembang menjadi kontraktur permanen.

Pandangan serupa disampaikan Sakinah Sabirin yang menegaskan bahwa pendekatan rehabilitasi harus bersifat individual dan berkelanjutan. Menurutnya, setiap pasien stroke memiliki kondisi unik sehingga strategi penanganan perlu disesuaikan secara personal.

Baca juga: Unusa Lantik Prof Bus Jadi Dekan FK

Dari perspektif nasional, Rita Vivera Pane menekankan pentingnya kolaborasi antar tenaga kesehatan. “Sinergi antara dokter, fisioterapis, dan tenaga kesehatan lainnya sangat menentukan keberhasilan rehabilitasi pasien stroke, terutama dalam mencegah disabilitas jangka panjang,” paparnya.

Melalui kegiatan ini, FK Unusa tidak hanya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan, pendidikan, dan kemitraan global. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam menghadirkan dampak nyata melalui pendidikan berbasis kolaborasi internasional serta isu kesehatan global.

Editor : Erwin Muhammad



Berita Terkait