Peristiwa tragis mengguncang warga Perumahan Dinas Peruri, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Seorang remaja berinisial B, yang masih duduk di bangku SMA, tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri, RA (44), pada Rabu (28/1/2026) dini hari
Mili.id– Peristiwa tragis mengguncang warga Perumahan Dinas Peruri, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Seorang remaja berinisial B, yang masih duduk di bangku SMA, tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri, RA (44), pada Rabu (28/1/2026) dini hari.
Dilansir dari Detik, Aksi kekerasan dalam rumah tangga itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Korban diketahui merupakan karyawan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sementara pelaku kini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Satuan Reserse PPA dan PPO Polres Karawang.
Baca juga: Polres Malang Amankan Tersangka Penganiayaan di Warung Seafood Singosari
Kapolres Karawang AKBP Fiki N Ardiansyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan mengungkapkan, berdasarkan penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika pelaku terbangun dari tidur setelah mengalami mimpi buruk yang melibatkan ayah dan ibunya.
“Pelaku merasa ketakutan mimpi tersebut akan menjadi kenyataan. Dalam kondisi emosi yang tidak stabil, ia kemudian mengambil sebilah pisau dapur dan mendatangi kamar korban yang saat itu masih tertidur,” ujar Cep Wildan, Rabu (28/1/2026) malam.
Dalam kondisi kamar yang gelap, pelaku diduga langsung menyerang korban dengan menusukkan pisau ke sejumlah bagian tubuh. Korban sempat terbangun dan keluar kamar dalam keadaan bersimbah darah untuk meminta pertolongan, sebelum akhirnya terjatuh dan terkapar di depan rumah.
Warga yang mendengar keributan segera mendatangi lokasi dan menemukan korban mengalami luka serius di bagian wajah, leher, dada, serta kaki kiri. Korban kemudian dilarikan ke RS Primaya Karawang untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca juga: Ungkap 3 Kejahatan Jalanan, Polres Pasuruan Tangkap Pelaku Begal dan Curanmor
Namun nahas, nyawa RA tidak dapat diselamatkan. Korban meninggal dunia akibat luka tusukan yang cukup parah. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Karawang untuk menjalani proses otopsi.
Sementara itu, pelaku berhasil diamankan warga sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau dapur serta pakaian korban yang berlumuran darah, dan memeriksa sejumlah saksi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku diduga dipicu rasa sakit hati yang telah lama dipendam. Pelaku disebut kerap menyaksikan korban melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap ibunya, serta bersikap kasar kepada anak.
Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang
“Motif sementara mengarah pada trauma dan rasa sakit hati pelaku terhadap perlakuan korban di dalam keluarga,” kata Cep Wildan.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Satuan Reserse PPA dan PPO Polres Karawang. Polisi masih mendalami keterangan saksi, termasuk istri korban, guna mengungkap fakta secara menyeluruh.
Editor : Redaksi
