Polemik Mens Rea Pandji, PBNU Tegas Bantah AMNU dan Gus Ulil Kritik Kriminalisasi Humor

Polemik Mens Rea Pandji, PBNU Tegas Bantah AMNU dan Gus Ulil Kritik Kriminalisasi Humor © mili.id

Mili.id-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara tegas membantah keterlibatan maupun afiliasi dengan kelompok yang menamakan diri Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU). Penegasan ini disampaikan menyusul pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya terkait materi stand-up comedy yang menyinggung isu konsesi tambang.

Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla atau yang akrab disapa Gus Ulil, menegaskan bahwa kelompok pelapor sama sekali bukan bagian dari struktur resmi NU, baik di tingkat lembaga, badan otonom, maupun perkumpulan yang berada di bawah naungan organisasi.

Baca juga: Gus Yahya Pastikan Muktamar Ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Kehadiran Prabowo Lengkapi Sukses Munas-Konbes

“Kalau representasi PBNU jelas tidak. Tidak ada lembaga bernama Angkatan Muda NU,” tegas Gus Ulil, dikutip dari laman resmi PBNU di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Gus Ulil menilai, pencatutan nama besar NU oleh individu atau kelompok tertentu bukanlah fenomena baru. Menurutnya, karakter NU sebagai organisasi terbuka dan besar kerap dimanfaatkan untuk kepentingan sesaat, tanpa legitimasi struktural.

“Sejak dulu banyak orang bikin gerakan ini-itu atas nama NU. Biasanya umurnya pendek, hitungan jam atau hari, lalu hilang. Secara struktural itu bukan kami,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa NU tidak bisa diseret-seret untuk membenarkan tindakan spontan kelompok tertentu yang tidak memiliki hubungan organisatoris.

Lebih jauh, Gus Ulil menyampaikan kritik tajam terhadap langkah hukum yang menyasar pekerja seni komedi. Ia menyayangkan materi humor dan kritik sosial dibawa ke ranah pidana, yang menurutnya justru mencederai iklim demokrasi.

Baca juga: "NU Tidak Membutuhkan Kita", Pesan Menyentuh Ketua PBNU tentang Keikhlasan dalam Berkhidmah

“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji,” ujarnya lugas.

Menurut Gus Ulil, ruang humor dan satire merupakan bagian penting dari kesehatan sosial masyarakat, sekaligus sarana kritik yang seharusnya disikapi dengan kedewasaan.

Sebelumnya, Rizki Abdul Rahman Wahid yang mengklaim sebagai Presidium AMNU melaporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026). Laporan itu berkaitan dengan materi pertunjukan spesial Pandji bertajuk Mens Rea.

Baca juga: Dukungan untuk Lirboyo Menguat, PCNU Indonesia Timur Dorong Mukhtamar NU ke-35 Digelar di Pesantren

Dalam materi tersebut, Pandji menyinggung isu politik balas budi terkait pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada organisasi kemasyarakatan keagamaan, termasuk NU dan Muhammadiyah. Pernyataan itu dinilai pelapor sebagai fitnah dan bentuk perendahan terhadap peran ormas Islam.

“NU berkontribusi besar bagi bangsa, lalu didiskreditkan seolah mengikuti politik praktis demi tambang,” ujar Rizki dalam keterangannya.

Hingga berita ini diturunkan, Pandji Pragiwaksono belum memberikan pernyataan resmi. Namun, sikap tegas PBNU telah menegaskan bahwa pelaporan tersebut merupakan inisiatif individu atau kelompok yang tidak mencerminkan sikap resmi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Editor : Redaksi



Berita Terkait