Juru Bicara Fraksi Gerindra, Yona Bagus Widyatmoko (Foto: Bejo/mili.id)
Surabaya, mili.id - Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya mempertanyakan keseriusan pemkot dalam merealisasikan program Pokok Pikiran (Pokir) hasil reses anggota dewan.
Desakan itu disampaikan Juru Bicara Fraksi Gerindra Yona Bagus Widyatmoko saat menyampaikan pemandangan umum fraksi dalam rapat paripurna raperda APBD 2026 di gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (13/10/2025).
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
"Kami minta pokir-pokir yang diserap oleh anggota DPRD saat reses ini harus segera direalisasikan,” tegas Yona.
Fraksi Gerindra menilai, sejumlah aspirasi masyarakat yang telah dihimpun melalui kegiatan reses belum tampak tindak lanjutnya di lapangan.
Menurut Yona, pokir tersebut menjadi salah satu instrumen penting bagi Pemkot Surabaya untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
"Pokir bukan sekadar daftar keinginan anggota dewan, tapi hasil langsung dari dialog dengan masyarakat. Kalau tidak direalisasikan, artinya suara warga diabaikan," terangnya.
Rapat paripurna tersebut juga dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Baca juga: Cegah Jukir Tidak Resmi, Dishub Surabaya Tempel Foto Petugas di 819 Titik Parkir
Fraksi Gerindra menekankan pentingnya koordinasi yang lebih konkret antara legislatif dan eksekutif agar proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berjalan sinkron.
"Fraksi Gerindra berharap Pemkot Surabaya dapat menindaklanjuti masukan tersebut," pungkas Yona.
Editor : Narendra Bakrie
