Fast Boat Terbalik di Sanur Bali, Korban Tewas Jadi 3 Orang

Fast Boat Terbalik di Sanur Bali, Korban Tewas Jadi 3 Orang © mili.id

Evakuasi jenazah ABK (Foto: Kantor Basarnas Denpasar)

Bali, mili.id - Korban tewas dalam kecelakaan fast boat terbalik di Pelabuhan Sanur, Bali menjadi 3 orang.

Sebelumnya Tim SAR gabungan menemukan dua warga negara asing (WNA) dalam kondisi meninggal.

Baca juga: Kadek Agung Jadi Pembeda, Bali United Bungkam Dewa United di Laga Penutup Musim

Kemudian, Anak Buah Kapal (ABK) bernama I Kadek Adijaya Dinata (23) yang sebelumnya hilang, juga ditemukan meninggal, sekitar pukul 13.00 WITA, Rabu (6/8/2025).

Kapal Cepat Bali Dolpin II itu tercatat membawa 80 orang, terdiri dari penumpang 75 orang (73 WNA, 2 WNI) dan 5 ABK.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menyebut bahwa jenazah ABK itu dikenali, setelah pihak keluarga memastikannya.

"Dari pihak keluarga diberikan kesempatan untuk mengenali jenazah, dan dapat dipastikan itu adalah korban kecelakaan Kapal Cepat Bali Bali Dolpin II," ungkap Sidakarya.

Setelah itu, jenazah korban dievakuasi menuju ambulans BPBD Kota Denpasar untuk dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Sementara Kasi Sumber Daya, Supriyono menyampaikan bahwa Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian di seputaran lokasi kapal terbalik sejak pagi hari.

Mereka dibagi menjadi tim darat dan laut. Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menggerakan 1 unit Rigid Inflatable Boat dan melibatkan 7 personel tim SAR gabungan.

Baca juga: DPR Soroti Mitigasi Lingkungan dan Hak Warga di KEK Kura-Kura Bali

"Sementara itu, upaya membalikan posisi kapal dengan satu alat berat tidak berhasil dilakukan. Kemudian kami koordinasi kembali untuk mengirim bantuan satu unit lagi, dan akhirnya dilakukan dengan menggunakan dua alat berat," sambung Supriyono.

Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR dihentikan atau ditutup.

"Kami sebagai perwakilan SMC, dengan ditemukannya korban sesuai dengan manifest dan jumlah ABK semua sudah ditemukan baik dalam kondisi selamat atau meninggal, terkait penyelidikan nanti otorita pelabuhan bersama instansi pemerintah instansi terkait akan melakukan pekerjaannya," tandas Supriyono.

Baca juga: Balita Meninggal Diduga Terkait Keracunan Massal di Cianjur, Dinkes Tunggu Hasil Lab

Untuk diketahui, operasi SAR selama 2 hari ini melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Ditsamapta Polda Bali, TNI AL, Polairud Polda Bali, Bakamla, Kodim 1611 Badung, BPBD Provinsi Bali.

Lalu BPBD Kota Denpasar, Babinsa, Potensi SAR Rescue, Potensi SAR Senkom Mitra Polri, Potensi SAR 115 serta masyarakat setempat.

 

Reporter: Bonjay

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait