Mili.id– Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab meninggalnya seorang balita berinisial MAB (2), warga Kecamatan Leles, yang sebelumnya mengalami gejala keracunan bersama puluhan ibu dan balita lainnya.
Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiawan, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah kematian balita tersebut berkaitan langsung dengan dugaan keracunan massal. Informasi ini dilansir dari ANTARA News.
“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan apakah pemicu keracunan berasal dari makanan atau faktor lain. Hasilnya diperkirakan keluar sekitar satu pekan ke depan,” ujarnya di Cianjur, Sabtu.
Baca juga: Harga Cabai di Cianjur Meroket Jelang Ramadan, Cabai Merah Tembus Rp100 Ribu per Kg
Peristiwa ini melibatkan sedikitnya 63 orang ibu dan balita yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang diduga menjadi pemicu kejadian. Para korban sempat mendapat perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Namun, kondisi MAB dilaporkan memburuk hingga akhirnya meninggal dunia. Kejadian ini pun menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait keamanan pangan.
Baca juga: Khitan Massal Gratis 170 Anak di Situbondo
Dinas Kesehatan memastikan investigasi masih berlangsung dengan menguji sampel makanan serta memantau kondisi korban lainnya. Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti dan langkah penanganan selanjutnya.
Editor : Redaksi
