6 remaja perempuan diamankan Satpol PP Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya)
Surabaya, mili.id - 6 remaja perempuan diamankan Satpol PP Surabaya lantaran berkelahi setelah saling ejek ketika live TikTok.
Mereka kedapatan berkelahi di daerah sekitar Kantor Pemkot Surabaya pada Selasa (28/1/2025) sore.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
Kasatpol PP Surabaya, M. Fikser mengatakan, mereka diamankan setelah ada pengendara yang melintas melapor ke kantornya, yang dekat dengan lokasi kejadian.
"Ada warga yang melintas saat mereka berkelahi. Melihat kejadian itu, warga langsung mendatangi kantor kami dan melapor," ungkap Fikser tertulis, Rabu (29/1/2025).
Ketiga remaja itu lalu dibawa ke Kantor Satpol PP. Dalam pengakuannya, ketiga anak di bawah umur itu berkelahi karena saling ejek saat live TikTok.
"Kami data mereka, awal mulanya karena saling ejek di media sosial berlanjut saling bertemu. Total ada enam anak yang diamankan, dua pelaku, satu korban, untuk tiga lainnya saksi. Rata-rata umur mereka 15 tahun, dan masih berstatus pelajar," bebernya.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
Selanjutnya, Satpol PP menghubungi orangtua masing-masing anak untuk datang menjemput, sekaligus mendapat imbauan.
"Kami datangkan orangtuanya, agar mereka tau aktivitas apa saja yang anak-anak mereka lakukan, saat di luar rumah. Terlebih aktivitas anak-anak ini bersifat negatif dan merugikan," ungkapnya.
Menurut Fikser, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam menekan aktivitas negatif yang dilakukan oleh anak-anak.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
Ia pun berharap para orangtua agar selalu memantau aktivitas anak-anak mereka, baik dalam lingkungan sekitar maupun saat menggunakan media sosial.
"Lakukan pengawasan, apa saja yang mereka akses di media sosial, siapa saja teman bahkan orang tua harus tau media sosial anak-anak mereka. Agar mereka dapat lebih mudah memantau aktivitas anak-anak saat bermedia sosial," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
