Anak Bunuh Ayah Kandung di Jember, Pelaku Mutilasi Kepala Korban

Anak Bunuh Ayah Kandung di Jember, Pelaku Mutilasi Kepala Korban © mili.id

Pelaku saat diamankan. (Istimewa)

Jember, mili.id - Tetangga menyebut kepala korban putus dalam peristiwa anak membunuh ayah kandungnya di Dusun Jadukan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

"Saat kejadian itu awal saya tidak tahu. Tapi kemudian saya dengar ada suara teriak-teriak di depan rumah saya. Lokasi kejadian itu dari teras rumah saya itu kira-kira 10 meteran. Saya tahu dan lihat sendiri kira-kira 5 menit lah. Saya takut keluar karena melihat itu membawa sajam dan melukai korban itu. Kemudian saya ngasih tahu istri dan anak saya" kata Edi, tetangga korban, Senin (27/1/2025).

Edi juga membenarkan jika terduga pelaku mengalami depresi. Keluarga korban dikenal ramah dan baik terhadap tetangganya.

"Akhir-akhir ini, anaknya itu terlihat kurang sehat karena yang saya tahu, pernah dibawa ke pengobatan alternatif. Padahal anaknya itu sering bantu-bantu bapaknya. Saat kejadian itu, saya tidak mengira kalau itu tetangga saya. Saya kira orang gila. Setelah membacok itu, terduga pelaku terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian. Korban tetap di situ tidak ada tetangga keluar rumah karena mungkin ya takut dengan kejadian itu," ujarnya.

Selama terjadinya aksi dugaan pembunuhan yang dilakukan ABR. Kata Edi, sampai pukul 03.30 WIB, tidak ada satupun warga yang keluar rumah untuk menolong korban. Maupun mengamankan terduga pelaku.

"Baru sekitar pukul setengah 4, atau mau Subuh saya lihat banyak orang itu. Baru saya keluar melihat itu, sudah banyak darah di lokasi kejadian. Kepala korban itu sempat dibawa oleh pelaku, mungkin mau dibuang," ungkapnya.

Sementara itu menurut informasi tetangga korban lainnya, Mulyono. Penyebab depresi yang dialami terduga pelaku itu. Dipicu adanya sejumlah persoalan antara bapak dan anak.

"Anaknya itu minta dibelikan motor RX King, tapi malah sama bapaknya malah dibelikan motor CB. Terus juga persoalan game (Online). Anaknya itu kan beli top up akun gamenya. Tapi malah diteror," ucap Mulyono.

"Kalau akun gamenya mau kembali (bisa kembali aktif) harus bayar sejumlah uang. Dari persoalan motor dan game itu, yang (diduga) jadi pemicu depresi itu," sambungnya.

Dari dugaan yang memicu depresi tersebut, lanjutnya, kemudian si anak malah bersitegang dengan bapak kandungnya.

"Akhirnya bapaknya ditantang berkelahi. Sampai kemudian kepalanya putus. Terduga pelaku dibuat bal-balan (ditendang layaknya bermain bola). Tapi setelah itu, (terduga) pelaku mencoba bunuh diri, membacok lehernya sendiri. Tapi masih hidup dan dibawa ke rumah sakit," pungkasnya.

Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember

Editor : Achmad S



Berita Terkait