Sejumlah warga binaan Rutan Kelas 1 Surabaya sungkeman kepada Ibunya (fariz)
Surabaya - Isak tangis puluhan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Surabaya pecah ketika acara sungkem pada ibunya, Jumat (8/11/2024).
Kasie Pelayan Tahanan, M Ridla Gorjie, mengatakan dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Kepala Rumah Tahanan Tomi Elyusini ini pihaknya menghadirkan sejumlah orang tua dari pihak tahanan, dan tujuannya agar para terpidana termotivasi.
Baca juga: 382 Napi Lapas Tulungagung Terima Remisi Idulfitri, Empat Langsung Bebas
"Sebenarnya prinsip dasar manusia itu lahir dari ibunya, jadi mungkin rasa bersalah pada orang tua ketika masuk sini itu dapat memotivasi mereka untuk menjadi lebih baik," katanya.
Langkah ini sebagai bentuk ketegasan pihak rutan untuk menjadikan para tahanan supaya menjadi lebih baik, selain mendapat pembinaan rohani. Rencananya, kegiatan sungkeman ini akan digencarkan.
"Setiap di Rutan warga binaan ataupun tahanan itu selalu mendapatkan pembinaan rohani itu rutin. Memang dari dulunya seperti itu. Untuk kedepan mungkin bisa kita lakukan 6 kali dalam satu tahun," lanjutnya.
Sementara pantauan milikindonesia.id, satu persatu narapidana mengawali prosesi sungkeman dengan membasuh kaki sang ibu.
Baca juga: Lapas Kelas I Tangerang Kembangkan Kangkung Hidroponik untuk Bekali Warga Binaan
Hal ini membuat seluruh narapidana yang hadir di aula Rutan Kelas 1 Surabaya tidak kuasa membendung air matanya.
Seperti diungkapkan oleh Rio, narapidana dengan vonis 10 bulan dalam kasus penggelapan ini merasa cukup gembira dengan kegiatan ini.
"Campur aduk, terharu, sedih, menyesal juga bahagia mas, bisa meminta maaf sama ibu, kasus saya penggelapan, Alhamdulillah sebentar lagi sudah mau keluar" ungkapnya.
Baca juga: Terapi Positif Warga Binaan Lapas Mojokerto Melalui Budidaya Lele
Senada dengan putranya, Leni ibu kandung Rio mengungkapkan jika acara ini sangat bermanfaat, narapida bisa instrospeksi diri dengan berbagai kesalahan yang sudah dilakukan selama ini.
"Bahagia mas, bisa ketemu sama anak, berharap anak saya sadar dengan kesalahan yang sudah dibuat," pungkasnya sambil menahan isak tangis.
Editor : Aris S
