Evakuasi jasad korban bunuh diri di Hotel Morazen Jalan Kayoon Surabaya (Foto: CC 112 Surabaya)
Surabaya - Ada rentetan kejadian sebelum pria asal Jakarta tewas lompat dari lantai 21 bar Hotel Morazen Jalan Kayoon Surabaya.
Pria yang tewas diduga bunuh diri itu berinisial H (55), asal Tamansari, Jakarta Barat. Dia ditemukan tewas sekitar pukul 17.00 WIB, Minggu (13/10/2024).
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
Kapolsek Genteng, Kompol Bayu Halim Nugroho menyebut bahwa sebelumnya korban sempat memesan minuman di bar and lounge hotel.
"Berdasarkan keterangan para saksi, sekitar pukul 16.18 WIB, korban datang ke lantai 21 Bar and Lounge Hotel Morazen yang kemudian korban memesan minuman. Salah satu saksi yakni Bambang kemudian mendapatkan laporan dari grup WA bahwa ada seorang pengunjung laki-laki di bar yang menaiki kaca pembatas balkon," papar Bayu kepada mili.id, Senin (14/10/2024) dini hari.
Mendapat informasi itu, saksi Bambang menuju lantai 21 dan melihat korban dengan posisi sudah di luar kaca pembatas menghadap keluar dengan tangan di belakang yang masih memegangi kaca pembatas.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
Saksi Bambang kemudian mencoba membujuk korban agar tidak melompat. Namun korban masih saja tidak mau kembali masuk ke dalam kaca.
"Di situ korban sempat mengucapkan "selamat tinggal" kepada saksi dan langsung melompat dari balkon lantai 21 bar. Korban lalu jatuh di atap lobby hotel dengan kondisi sudah meninggal dunia," papar Bayu.
Bayu menegaskan masih terus mendalami motif di balik bunuh diri tersebut. Selain memeriksa sejumlah saksi dan juga mengumpulkan barang bukti.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
*Informasi di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasi ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Editor : Narendra Bakrie
