Para peserta yang hadir dalam bincang ekonomi di Unisla.
Lamongan - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Lamongan (Unisla) Kabinet Sinergi Kolaborasi bersama pemerintah terkait dan pelaku usaha menggelar bincang ekonomi daerah di Auditorium Pasca Sarjana Unisla Lantai III, Selasa (13/8/2024).
Rektor Unisla, Dr. Abdul Ghofur dalam sambutannya mengatakan, peran generasi muda dalam memahami dan mengelola potensi ekonomi daerah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini sangat penting.
Baca juga: UBK Akui Ada Mahasiswa Terima Uang Rp20 Juta Terkait Aksi Demonstrasi, Ketua BEM Dinonaktifkan
"Pendidikan tinggi harus mampu menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dan penerapannya di masyarakat," katanya, Selasa (13/8/2024).
Pemateri utama dari Penasihat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lamongan, Dirham Akbar Aksara menyampaikan, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pengusaha dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan ini juga penting.
"Bahwa ekonomi daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi episentrum kesejahteraan, jika dikelola dengan baik dan didukung oleh semua pihak," paparnya.
Sedangkan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisla, Dr. Abid Muhtarom, turut memberikan materi dengan topik yang lebih mendalam mengenai strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
"Perlunya inovasi dan diversifikasi dalam mengelola sumber daya daerah, serta pentingnya peran akademisi dalam riset dan pengembangan yang aplikatif," tambahnya.
Sementara Ketua BEM Unisla, Nur Wahid mengatakan, kegiatan ini mengusung tema "Memandang Ekonomi Daerah sebagai Episentrum Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Lamongan". Kegiatan ini merupakan realisasi program staff magang Bem Unisla 2023-2024.
Baca juga: Gelombang Aksi Mahasiswa Kepung DPR Hari Ini, Sejumlah Kampus dan Organisasi Turun ke Jalan
"Saat ini Bem Unisla dalam fase regenerasi yakni pengurus wajib meningkatkan, menyempurnakan serta menyiapkan agar bisa melanjutkan estafet regenerasi kepengurusan selanjutnya," katanya.
Program dengan tema tersebut diambil karena mereka menilai, industrialisasi yang semakin berkembang ini akankah membawa dampak positif untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Lamongan.
"Disisi lain, hilirisasi pertanian,peternakan dan perikanan dari lamongan juga masih belum maksimal. Bincang Ekonomi Daerah merupakan urgensi yang dipandang kawan-kawan pengurus Bem Unisla," tambahnya.
Oleh sebab itu, lewat acara tersebut mereka berharap dapat membuka wawasan dan memberikan inspirasi bagi para mahasiswa dalam mengambil peran aktif dalam pembangunan ekonomi di daerahnya.
Baca juga: 4.263 Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Sejumlah Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat
"Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamongan," pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam agenda Bincang Ekonomi Daerah ini diikuti kurang lebih 180 peserta yang terdiri dari organisasi mahasiswa (Ormawa) se-Unisla, perwakilan setiap fakultas, OKP dilingkungan Unisla, dan aliansi Bem se-Lamongan.
Turut hadir dalam acara ini, Imamatur Roki'in dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, serta Ahmad Imam dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Lamongan.
Editor : Aris S
