Dua Pelajar di Mojokerto Kepergok Bobol Warkop Gondol Tabung Elpiji

Dua Pelajar di Mojokerto Kepergok Bobol Warkop Gondol Tabung Elpiji © mili.id

Salah satu pelajar yang berhasil diamankan warga saat kepergok mencuri tabung gas dan uang tunai. (istimewa)

Mojokerto - Dua pelajar mencuri tabung gas elpiji tiga kilogram milik warung kopi (warkop) di Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Satu pelaku berhasil kabur.

Kedua remaja ini berinisial DI alias Tenjik (17) dan FA (16) pelajar kelas X SMK asal Kecamatan Pacet bikin geram warga, pada Rabu (31/7/2024).

Mereka kepegergok warga menggarong salah satu warkop milik warga di sekitar lapangan desa setempat sekitar pukul 01.30 WIB.

”Pelaku anak ini diduga melakukan pencurian dengan pemberatan, mereka bersama-sama mengambil satu tabung elpiji 3 kg dan uang Rp 130 ribu di dalam warkop milik warga tersebut,” ucap Kapolsek Kutorejo Iptu Agus Hariyanto, Jumat (2/8/2024).

Dalam aksinya, kedua pelajar ini datang ke lokasi mengendarai motor bebek pretelan milik salah satu pelaku. Mendapati warkop terkunci rapat, mereka lantas membobol tembok warung berbahan kalsiboard tersebut dengan alat catut. Berhasil melubangi tembok warung, kedua remaja ini lantas masuk ke dalam warung.

”Ada barang bukti catut yang dipakai pelaku untuk membobol dinding warkop. Untuk kerugian total ditaksir sekitar Rp 500 ribu,” ungkap Agus.

Apesnya, belum tuntas beraksi kedua pelaku kepergok warga yang sedari awal mencurigai gerak-gerik keduanya. Warga lantas mengepung warung dan berupaya menangkap kedua pelajar tersebut.

”Pelaku FA tertangkap warga, sedangkan satunya (Tenjik) berhasil melarikan diri,” sebut Agus.

FA hanya bisa pasrah saat tertangkap basah oleh warga saat sedang mencuri. Sedangkan Tenjik berhasil melarikan diri usai lolos dari sergapan warga. FA kemudian diserahkan dan dilaporkan korban ke Polsek Kutorejo sebelum jadi bulan-bulanan warga.

Agus menyebut, aksi pencurian ini diselesaikan secara restorative justice (RJ). Mengingat kerugian yang ditimbulkan relatif kecil dan pelaku yang terkategori masih dibawah umur.

Meski begitu, lanjutnya, petugas terus memburu Tenjik yang kabur untuk turut diproses secara RJ. ”Pelaku yang kabur sekarang masih kami kejar. Kita proses secara RJ karena pelaku masih anak,” pungkasnya.

Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK

Editor : Achmad S



Berita Terkait