Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meninjau jalannya khitanan massal di Panti Asuhan Yatim (PAY) Muhammadiyah Dlanggu (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Puluhan anak mengikuti khitanan massal di Panti Asuhan Yatim (PAY) Muhammadiyah Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Selasa (18/6/2024).
Rata-rata dari mereka tampil berani. Meski saat disunat, menunjukkan beragam ekspresi.
Baca juga: 968 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun ke Lapangan, Bupati Mojokerto Tekankan Akurasi Data
Keberanian anak-anak mengikuti sunat massal itu membuat Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati kagum.
Ikfina pun menyampaikan apresiasinya kepada PAY Muhammadiyah Dlanggu atas terselenggaranya giat penyembelihan hewan kurban dan khitan massal yang diikuti oleh 27 peserta itu.
"Saya berterima kasih kepada para pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah beserta para donatur dan juga panitia, karena telah mengadakan acara yang sangat bermanfaat ini. Ini merupakan bentuk ikhtiar kita untuk akhirat, semoga nantinya acara ini bisa istiqomah," ujar Ikfina.
Ikfina menyebut bahwa khitan di dalam agama Islam ditujukan untuk menyempurnakan Thaharah atau bersuci pada kaum laki-laki muslim, dan bukan sebagai pertanda akil baligh.
"Khitan ini merupakan satu bagian dari thaharah atau bersuci, jadi agar thaharahnya sempurna, bagi laki-laki muslim wajib untuk dikhitan dan perlu diingat juga khitan ini bukan pertanda sebagai akil baligh. Karena jika yang dikhitan masih usia anak-anak, maka belum bisa dikatakan akil baligh," tuturnya.
Baca juga: Sopir Truk Bata Ringan Terjepit 2 Jam Usai Terguling ke Sawah di Mojokerto

Bupati yang bergelar dokter itu juga sempat untuk meninjau langsung jalannya prosesi khitan massal.
Di sini, Ikfina mengingatkan khususnya kepada orangtua peserta agar memperhatikan perawatan kepada anak yang telah dikhitan, baik itu perawatan tentang jahitan khitan hingga anjuran agar tidak menerapkan 'tarak' atau pantangan makan pada peserta pasca dikhitan.
"Bapak, ibu, tolong anaknya nanti dirawat, saat kencing atau mandi sebisa mungkin jangan sampai jahitannya jangan sampai kena air. Untuk makanan anaknya juga, tidak perlu ada 'tarak', jadi makan telur, ikan atau daging itu tidak apa-apa, malah bisa cepat sembuh," jelasnya.
Setelah meninjau jalannya khitanan massal dan penyembelihan hewan kurban, Ikfina meninjau pembangunan masjid yang berada di sebelah gedung PAY Muhammadiyah Dlanggu di Desa Sumberkarang.
Tampak Ikfina hadir didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Ulum Rokhmat, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto dan Camat Dlanggu beserta Forkopimca Dlanggu.
Editor : Narendra Bakrie
