Kedai Coffee Toffee dan Holycow di Taman Apsari Surabaya.
Surabaya - Coffee Toffee saat ini baru membuka gerai di bangunan cagar budaya yang berada di Jalan Gubernur Suryo samping Taman Apsari Surabaya. Kedai tersebut menggandeng steak house, Holycow.
CEO and Founder Coffee Toffee, Odi Anindito mengatakan, Kedai tersebut dulunya merupakan kantor PT Pos Indonesia. Dalam pemanfaatan cagar budaya ini, pihaknya dan Holycow bekerjasama dengan PT Pos Properti Indonesia.
Baca juga: Ratusan Ribu Warga Surabaya Belum Beralih ke Identitas Digital, Disdukcapil Genjot Aktivasi IKD
"Tertarik dengan bangunan lama karena memberikan suasana yang berbeda dari gerai Holycow dan Coffe Toffe yang lain, apalagi ini kan depan Gedung Grahadi, yang viewnya gak bisa didapatkan di gerai lain," katanya, Sabtu (8/6/2024).
Sementara soal perawatan bangunan cagar budaya, Odi menyebut sebelum membuka gerai pihaknya telah melakukan restorasi, seperti misalnya mengganti material yang telah rusak dengan material baru yang hampir sama.
"Ini kan bangunan cagar budaya kelas A, jadi di awal itu ada banyak tahap termasuk persentasi di depa tim cagar Budaya. Itu semua kita lewati sesuai prosedur," pungkas dia.
Di sisi lain, Kawasan Kota Lama di Surabaya Utara akan diresmikan pada pertengahan Juni 2024, pihaknya juga melakukan penjajakan untuk bisa membuka kedai di kawasan tersebut.
Penjajakan ini, Coffee Toffee juga bakal bekerjasama dengan steak house, Holycow.
Menurut Odi, pihaknya telah menerima tawaran dari PT Pos Properti Indonesa untuk mengisi tenant di Pos Bloc yang berada di kawasan Kota Lama Surabaya.
Baca juga: Anas Karno Dorong Gen Z Bangun Ekonomi Kreatif Kampung
Ia pun tengah menimbang-nimbang tawaran tersebut.
"Kita juga menjajaki (membuka gerai) di sana (Pos Bloc), tapi kita juga masih melihat siapa saja tenant yang ada di sana," ungkapnya.
Pertimbangan tersebut tak lepas dari wilayah utara yang bukan merupakan daerah kongkow anak muda. Sebab, menurutnya untuk bisa mengangkat daerah tersebut dibutuhkan satu hingga dua brand makanan dan minuman.
"Terus terang kita ada ketertarikan membuka gerai di kawasan kota lama, tentunya dengan mempertimbangkan tenant-tenant yang lain juga. Dan tentunya dengan pertimbangan biaya dan lokasi," jelasnya.
Baca juga: Ketua LPMK Kalijudan Tuding Eri Cahyadi Ingkar Janji, Polemik Tarif SWK Kian Memanas
Ditanya apakah dirinya juga mendapat tawaran dari Pemkot Surabaya untuk membuka gerai di kawasan Kota Lama yang saat ini direvitalisasi, Odi mengatakan sejauh ini belum ada tawaran.
Ia bahkan belum mendengar kawasan tersebut bisa diisi oleh stand-stand kuliner.
"Kalau saya terbuka terhadap dua kemungkinan (bila ditawari Pemkot Surabaya dan tawaran Pos Bloc) kita akan melihat, kalau itu project pemkot, akan sangat menarik untuk ikut dalam gerakan ini, dua-duanya kita survei mana lokasi terbaik untuk kita," pungkasnya.
Editor : Aris S
