3 Mahasiswa Narotama Surabaya Tewas, Polisi: Miras Dibeli dari Pemilik Warkop
Senin, 08 Jan 2024 17:44 WIB"Kami meminta keterangan ke pemilik warung dan membenarkan menjual miras tersebut," ujar Kapolsek Sukolilo, Kompol I Made Pantera Negara.
"Kami meminta keterangan ke pemilik warung dan membenarkan menjual miras tersebut," ujar Kapolsek Sukolilo, Kompol I Made Pantera Negara.
Manajemen Universitas Narotama Surabaya buka suara usai tiga mahasiswanya tewas diduga usai pesta minuman keras (miras) dekat kampus.
Ketiga mahasiswa itu disebut menggelar pesta miras di salah satu warkop wilayah Sukolilo, Surabaya.
"Tiga mahasiswa ini tergabung dalam UKM Musik Narotama Surabaya," ujar Kabag Humas Universitas Narotama, Evi Retnowulan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan apabila ada pelajar dan itu berasal dari keluarga miskin (gamis) bersekolah di swasta. Pemkot Surabaya akan memberikan bantuan biaya pendidikan siswa.
Banner berukuran panjang sekitar 2 x 1 meter dipasang di pintu masuk sekolah.
Aksi itu dilakukan karena kepala sekolah dinilai merugikan sekolah.
Dalam pencarian petugas menggunakan perahu jukung Basarnas dengan menyisir di sekitar Telaga Lele di Pulau Sempu.
Korban bernama Galang Edi Swasono merupakan mahasiswa semester 5.
Dua tersangka bertatus dewasa langsung ditahan. Sedangkan tersangka di bawah umur, hanya dikenakan wajib lapor.
Perwakilan BEM dari Unair, Unesa, UPN Jatim, ITS, dan UM Surabaya, dosen serta organisasi mahasiswa menandatangani nota kesepahaman.
Putra pedagang kerupuk asal pengiriman Polrestabes Surabaya itu Achmad Lukman Hakim.
Adanya kegiatan ini diharapkan ratusan mahasiswa punya kecakapan lebih di bidang kewirausahaan.
Program bantuan beasiswa itu diberikan untuk meringankan biaya pendidikannya serta mencegah pelajar berprestasi putus sekolah di Bumi Majapahit.
Para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan orasinya dengan durasi lima hingga tujuh menit.