Demo ribuan Siswa SMAN 1 Situbondo. (Ist for Mili.id)
Situbondo - Ribuan Siswa SMAN 1 Situbondo menggelar demo menuntut Marta Mila Sughesti mundur dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) lantaran dinilai otoriter.
Selain menggunakan payung sebagai simbol para siswa mulai kepanasan, dengan penebangan sejumlah pohon di area sekolah, para siswa juga menulis menggunakan selembar kertas.
Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026
Bahkan, para siswa juga menempelkan kertas di beberapa kaca jendela di ruang kelasnya dengan tulisan minta kepsek mundur.
"Ini lakukan karena kebijakan kasek (kepsek) yang merugikan SMAN 1 Situbondo. Saat ini, kami satu suara untuk meminta kasek turun dari jabatannya. Selain merugikan para siswa SMASA, namun para guru mengaku diintimidasi," kata Bagus Riski Mahardika, salah satu kelas XI, Kamis (4/1/2024).
Menurut dia, para siswa bergerak untuk menyuarakan para guru yang merasa dintimidasi, dengan harapan kedepannya lebih baik dan tidak perlu merubah banyak kultur karena SMAN 1 Situbondo memilik banyak prestasi.
Baca juga: Polres Situbondo Amankan Komplotan Pelaku Curas Moncel
"Salah satu contoh kegiatan malam seperti ekstra yang kita hanya bisa istirahat 4 jam saja, mulai jam satu ada ekstra jam lima ada lagi. Itulah yang membedakan SMASA dengan sekolah lainnya. Bu Marta juga ekstra marching band yang ditiadakan. Padahal marching band merupakan icon SMASA," bebernya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Situbondo Marta Mila Sughesti mengatakan, dirinya sengaja mengumpulkan para siswa sebagai wujud demokrasi untuk memberikan kesempatan bicara karena bagaimanapun mereka merupakan anak didiknya
"Untuk masalah azan ada jadwalnya. Jadi tidak ada larangan untuk adzan," katanya.
Baca juga: Polres Situbondo Tambah Pos Pelayanan di Pelabuhan Jangkar untuk Pemudik
Marta Mila menjelaskan tentang kegiatan marching band pada malam itu dilakukan lantaran banyak wali murid yang tidak setuju.
"Alasan kami menjaga keselamatan siswa, kedua menjaga capeknya anak anak, karena pada pagi hari mereka harus belajar. Sedangkan penebangan pohon juga untuk keselamatan siswa," pungkasnya.
Editor : Achmad S
