Cerita Mahasiswa Untag Surabaya Ikuti 'Program Surabaya Mengajar'
Minggu, 16 Jun 2024 16:31 WIBMahasiswa Untag Surabaya, Salsabil Fatyan mengikuti kegiatan magang Program Surabaya Mengajar selama 5 bulan di SD dan SMP negeri kota setempat.
Mahasiswa Untag Surabaya, Salsabil Fatyan mengikuti kegiatan magang Program Surabaya Mengajar selama 5 bulan di SD dan SMP negeri kota setempat.
Jumlah itu diterima dari 55.848 peserta yang memilih Universitas Negeri Surabaya (Unesa) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024.
Siswa SMP asal Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo itu mengaku dikeroyok saat bermain layangan.
Program Studi FPD Universitas Ciputra (UC) Surabaya menggelar pameran dan fashion show tugas akhir bertajuk Fashionology.
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro menjelaskan, event ini juga menjadi upaya melestarikan budaya leluhur.
Dalam waktu dekat kejari akan melimpahkan berkas sembilan tersangka kasus pengeroyokan ke PN Situbondo.
Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Ipda Aan Dwi Satrio Yudho saat dikonfirmasi membenarkan perihal laporan korban, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
Universitas Ciputra Surabaya memberikan bantuan berupa 10 jaket pelampung dan 10 papan pelampung bagi siswa Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB).
Korban meninggal setelah mengeluh sakit di bagian kepala.
Sembilan tersangka peragakan 98 adegan sesuai peran masing-masing.
Total jumlah pendaftar IISMA Co-Funding 2024 kali ini mencapai 833 mahasiswa, dan hanya 485 mahasiswa saja dari seluruh Indonesia yang diterima.
Bahkan hingga kini pihak keluarga masih terpukul akibat meninggalnya MF, yang dinilai tidak wajar.
Unit PPA Satreskrim Polres Situbondo menetapkan 9 pelajar SMP dan SMA yang terlibat pengeroyokan sebagai tersangka.
Dua dari tiga pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni NBL (20) dan JLK (19), yang merupakan mahasiswa salah satu kampus cukup ternama di Surabaya.
Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Momon Suwito Pratomo mengatakan, 9 pelajar itu diamankan di rumahnya masing-masing.