Awug, Jajanan Pasar Khas Sunda di Bumi Majapahit yang Legit dan Gurih

Awug, Jajanan Pasar Khas Sunda di Bumi Majapahit yang Legit dan Gurih © mili.id

Awug khas Sunda yang dijual di Kota Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Di Kota Mojokerto, ternyata ada jajanan pasar khas Sunda, bernama Awug.

Jajanan pasar yang rasanya menyerupai kue putu itu dijual seorang pedagang di Jalan Pepaya, Perumahan Magersari Indah. Awug di lapak Abah Yana ini dijual dengan harga cukup terjangkau.

Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto 

"Kalau satu potong harganya cuman Rp4 ribu. Tapi kalau beli paketan, Rp10 ribu dapat tiga lonjor panjang gitu," ucap Vita (26), pekerja di lapak Abah Yana tersebut, Minggu (26/5/2024).

Meski dijajakan di pinggir jalan, rasa kue dari campuran tepung beras, kelapa, aroma daun pandan dan gula merah yang dikukus dalam panci ini cukup memanjakan lidah.

Bila kue putu cenderung teksturnya tidak begitu padat dengan isi gula merah yang lumer, awug memiliki tekstur padat dengan gula merah yang pekat di tengahnya dan terasa lebih gurih.

Bentuk awug Abah Yana khas Bandung ini seperti kue lapis yang mudah dipotong-potong. Tersedia pula rasa original berwarna putih, dan rasa pandan untuk adonan dasar awug. Disajikan dalam keadaan panas.

Baca juga: Ular Besar Masuk Rumah Warga Magersari, Petugas BPBD Kota Mojokerto Evakuasi dari Bawah Lemari

Lapak ini buka setiap hari, sejak pukul 05.30 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

"Tepung berasnya nyelip (menggiling) sendiri, jadi beras yang dipakai juga pilihan. Biar hasilnya juga enak. Yang punya memang asli orang Tasikmalaya, Jabar," jelas Vita.

Sementara Rani Aprilia, asal Lingkungan Kranggan, Kecamatan Prajurit Kulon yang melintas saat berolahraga penasaran dengan tulisan jajanan Awug Khas Bandung itu pun mencoba membeli.

Baca juga: Harga Turun, Sapera Justru Jadi Primadona! Kisah Polisi di Mojokerto yang Sukses Bangun 5 Kandang

Endingnya, wanita muda ini merasa cocok dengan kue awug khas Sunda.

"Tadi penasaran, terus putar balik. Eh rasanya ternyata enak. Awalnya kok kuenya mirip kue lapis, pas dimakan ternyata kaya putu gitu. Tapi ini adonanya padat, gula merahnya yang di tengah juga," tutur Rani.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait