Pembobol Toko Kue di Surabaya Didor: Libatkan Penadah, Hasilnya untuk Foya-foya

Pembobol Toko Kue di Surabaya Didor: Libatkan Penadah, Hasilnya untuk Foya-foya © mili.id

Surabaya - Pencuri rakus yang membobol toko kue di Jalan Dukuh Kupang Nomor 5, Surabaya ditembak polisi.

Setelah mendapat laporan peristiwa tersebut, Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan sederet penyelidikan, hingga menangkap dua pelaku dan seorang penadah.

Baca juga: Rayakan 10 Tahun Perjalanan, Four Points by Sheraton Surabaya Hadirkan #FYP Moments

Baca juga: Pencuri Rakus Bobol Toko di Surabaya: Hasil 1 Motor, Alat Cetak Kue Pun Digondol

"Dua eksekutor mencoba melarikan diri saat disergap Tim Jatanras. Sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur," terang Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono, Minggu (19/5/2024).

Dua eksekutor yang dihadiahi timah panas pada bagian kaki itu berinisial JS, warga Kalimas Baru, Surabaya. Dan satu rekannya MP, asal Bangkalan, yang dindekos di Putat Jaya, Surabaya.

Barang bukti hasil pembobolan toko kue di SurabayaBarang bukti hasil pembobolan toko kue di Surabaya

Baca juga: Anas Karno: Akurasi Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan Pembangunan Surabaya

"Tersangka JS ditangkap ketika berada di sebuah homestay Jalan Dukuh Pakis. Sementara MP juga ditangkap di homestay Jalan Dukuh Kupang," jelas Hendro.

Alumni Akpol 2005 itu menyebut bahwa selain mengamankan tersangka JS dan MP, Tim Jatanras juga menangkap MS, yang berperan sebagai penadah barang hasil curian.

"MS ini membeli barang hasil curian pembobolan toko kue tersebut, dari tangan tersangka, dengan harga murah," papar Hendro.

Baca juga: Syaifuddin Zuhri Ingatkan Dampak Krisis Kepercayaan terhadap DPRD

Sementara dalam penggeledahan di rumah tersangka MS, Tim Jatanras menyita barang curian yang dibeli dari dua eksekutor, yaitu motor Honda Revo, mesin pompa air, dan kipas angin.

"Motif pelaku ketika pemeriksaan mengaku uang hasil membobol toko tersebut digunakan untuk berfoya-foya. Kini tiga tersangka kami tahan," pungkas Hendro.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait