Motif di Balik Pria Surabaya Gantung Diri hingga Tewas

Motif di Balik Pria Surabaya Gantung Diri hingga Tewas © mili.id

Petugas mengevakuasi jasad korban (Foto: Kedaruratan 112 Surabaya)

Surabaya - Polisi membeberkan dugaan motif di balik tewasnya pria berinisial Ry (48), dengan cara gantung diri di lantai 2 rumahnya Palm Raja Jambangan Barat, Surabaya.

Kapolsek Jambangan, Kompol Novi Herdyanto mengatakan, berdasar hasil penyelidikan sementara, dari sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan, korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran stres.

Baca juga: Anas Karno Dorong Gen Z Bangun Ekonomi Kreatif Kampung

Baca juga: Pria Surabaya Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

"Diduga korban mengalami stres ditinggal istrinya dan rumahnya mau disita bank," jelas Novi, Selasa (7/5/2024).

Menurut Novi, mayat korban kali pertama diketahui saksi MZ yang saat itu baru saja pulang salat subuh, melintas depan rumah korban.

Saat melihat ke bagian balkon lantai 2 rumah korban, saksi melihat korban tergantung, dengan posisi leher terikat kabel hitam.

Baca juga: Ketua LPMK Kalijudan Tuding Eri Cahyadi Ingkar Janji, Polemik Tarif SWK Kian Memanas

Saksi lalu melapor ke Ketua RT setempat, Supriyono. Kemudian mereka berangkat ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah jelas, peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Jambangan.

Sementara berdasarkan data yang diperoleh mili.id, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah yang tergolong mewah tersebut.

Proses evakuasi melibatkan Tim Rescue 112 Kota Surabaya, Polsek Jambangan dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya. Petugas harus menggunakan tangga untuk naik ke lantai 2 rumah korban.

Baca juga: Ibu Hamil 7 Bulan di Surabaya Diadili dalam Kasus Peredaran 18,4 Gram Sabu

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.



*Informasi di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasi ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait