Kampung KB Kanjeng Djimat Kelurahan Surodinawan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto menjadi wakil Provinsi Jawa Timur melaju tingkat nasional (Foto: Dok. Kominfo Kota Mojokerto)
Mojokerto - Kampung KB Kanjeng Djimat Kelurahan Surodinawan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto menjadi wakil Provinsi Jawa Timur melaju tingkat nasional.
Dalam seleksi Kampung KB Berkualitas tingkat kota di Regional 1 Kota Mojokerto akan bersaing dengan Kota Jakarta Timur, Kota Depok, Kota Tanjung Pinang dan Kota Metro.
Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto
Di mana sebelumnya Kampung KB Kanjeng Djimat menjadi juara 1 lomba penguatan Kampung Keluarga Berkualitas kategori kota se Jawa Timur Tahun 2024.
Berdasarkan surat dari BKKBN Nomor: 0757/KK.01/D4/2024 tanggal 24 April 2024, Kampung KB Kanjeng Djimat Kelurahan Surodinawan telah dinyatakan lolos dalam seleksi website dan berlanjut untuk tahap wawancara yang dilakukan secara daring.
Atas prestasi yang telah didapat itu, Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro menyebut bahwa Kelurahan Sorodinawan telah memberikan yang terbaik atas pencapaian itu. Ia juga berharap agar Kampung KB Kanjeng Djimat bisa menjadi juara dalam kompetisi.
"Tetap tenang dan perbanyak baca salawat," pesan Mas Pj saat hadir memberikan motivasi di Aula Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Kota Mojokerto, Senin (29/4/2024) sebelum penilaian berlangsung.
Sementara Lurah Surodinawan, Masyqirom Masychur Wahid memaparkan kondisi Kampung KB Kanjeng Djimat. Keberhasilan tersebut tak lepas dari sinergi masyarakat bersama seluruh stakeholder.
Masyqirom menambahkan, ada dampak nyata dengan adanya Kampung KB Kanjeng Djimat di Kelurahan Surodinawan.
Baca juga: Ular Besar Masuk Rumah Warga Magersari, Petugas BPBD Kota Mojokerto Evakuasi dari Bawah Lemari
"Kampung KB mampu menurunkan angka stunting secara bertahap, dari 9 anak stunting pada 2021 menjadi 7 di Tahun 2022 dan terus menurun menjadi 4 anak pada 2023. Demikian dengan angka kematian ibu dan anak, selama 2022-2023 tidak ada ibu dan bayi yang meninnggal," ungkap dia.
Ia juga menyampaikan, melalui kampung KB yang digagas ini, perekonomian warga juga semakin meningkat melalui UPPKA.
"Keluarga miskin penerima bantuan juga mengalami penurunan dari 555 KPM pada 2022 turun menjadi 475 KPM pada 2023," jelasnya.
Keberhasilan suatu program tentu tak lepas dari adanya inovasi. Masyqirom menyampaikan ada beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh Kampung KB Kanjeng Djimat.
Baca juga: Harga Turun, Sapera Justru Jadi Primadona! Kisah Polisi di Mojokerto yang Sukses Bangun 5 Kandang
Inovasi yang telah dilaksanakan di antaranya aplikasi PAKSURO (Pemantauan Anak Stunting Kelurahan Surodinawan) yang telah terintegrasi dengan aplikasi Gayatri DinkesP2KB Kota Mojokerto.
Lalu SUKET PLANO (Surat Keterangan Pelayanan Online), TIGER BANTING SIBURUK (Tim Gerak Cepat Berantas Stunting dan Gizi Buruk), JUMAT BERANTING (Jumat Berkah Untuk Anak Stunting) dan KELIR CANTIK'S (Kelas Ibu Hamil, Remaja dan Calon Pengantin).
Sebelum mengikuti Lomba KB tingkat nasional Tahun 2024, Kelurahan Surodinawan telah meraih juara II Posyandu Bangga Kencana Provinsi Jawa Timur 2023, Juara I kampung Keluarga Berkualitas Provinsi Jawa Timur 2024 dan Juara I Kader IMP Provinsi Jawa Timur 2024.
Editor : Narendra Bakrie
