COINKAMI Ikut Ramaikan Event Crypto Terbesar di Surabaya

COINKAMI Ikut Ramaikan Event Crypto Terbesar di Surabaya © mili.id

Event crypto yang digelar di Surabaya dalam rangka menyambut Bitcoin Halving. (foto: Kwang for mili.id).

Surabaya - Dalam rangka menyambut Bitcoin Halving, COINKAMI turut meramaikan event crypto terbesar di Surabaya, Sabtu (27/4/2024).

Dalam acara tersebut, hadir langsung Chief Executive Officer (CEO) COINKAMI Steven Anderson. Dalam sambutannya, ia optimis harga Bitcoin masih akan terus melambung. Antara lain karena faktor Bitcoin Halving.

Baca juga: Ketua Komisi A DPRD Surabaya Apresiasi Gerak Cepat Polrestabes Ungkap Kasus Pengeroyokan Siswa SMA

"Dalam dunia Crypto Currency, ada peluang empat tahun sekali, jadi jangan disia-siakan," ungkapnya.

Steven menyebut pada 20 April 2024 malam kemarin, jaringan Bitcoin kembali mengalami halving keempat. Halving pertama sendiri terjadi pada November 2012, dan akan terjadi lagi pada 2028 mendatang.

Setiap halving terjadi proses koreksi harga. Suplai Bitcoin dipotong separuh atau setengahnya sehingga jumlah Bitcoin semakin menipis dan langka. Dengan demikian, halving sangat mempengaruhi harga jual Bitcoin ke depan.

"Halving sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi yang normal terjadi pada kripto. Setiap terjadi halving, Bitcoin akan break through pada harga tertinggi. Tahun ini diperkirakan naik kurang lebih 260 persen," jelasnya.

Maka dari itu, kata Steven, sudah saatnya pemilik melakukan akumulasi, bukan cut loss saat terjadi halving.

"Efek halving akan terasa pada harga Bitcoin kurang lebih antara 6 sampai 12 bulan. Ini pengalaman pertama Bitcoin mencapai titik tertingginya sebelum halving," sebutnya.

Diprediksi akhir tahun ini harga Bitcoin mampu mencapai USD 100 ribu atau Rp1,5 miliar per keping.

Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, YBM PLN UP3 Surabaya Selatan Dorong Kesadaran Hidup Sehat Masyarakat

"Paling lambat Bitcoin akan menjadi 1,5-2 miliar pada tahun depan, pasti naik tinggal kita menunggu waktunya tahun ini atau tahun depan," tambah Steven.

Meskipun bukan merupakan save heaven seperti emas, Bitcoin disebut bakal tetap menjadi primadona dalam mendulang keuntungan di dunia kripto. Terlebih di tengah eskalasi konflik global.

Steven menyarankan saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin.

"Menurut saya, Bitcoin memang masih belum bisa disebut sebagai save heaven tapi Bitcoin mengalami penurunan disebabkan oleh emas. Sekarang adalah saat yang tepat untuk cicil Bitcoin masuk. Kita beli dan tahan, lalu kita jual di tahun depan," paparnya.

Bagi Steven sendiri, Crypto Currency adalah dunia yang sangat potensial. Bitcoin telah mengubah hidupnya menjadi seorang miliarder muda dalam waktu singkat. Berawal pada 2017 lalu ia membeli Bitcoin yang masih seharga USD 7 Rp10 juta.

Baca juga: Dalam Semangat Hari Lahir Pancasila, Srikandi PLN UP3 Surabaya Selatan Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Wonokromo

Bayangkan saja, saat ini harga Bitcoin sudah mencapai Rp1 miliar. Ia menjadi miliarder di usia 24 tahun. Hanya dalam waktu tujuh tahun.

"Acara ini merupakan langkah awal dari COINKAMI untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang peluang baru di dunia kripto agar blockchain technology semakin dapat dimengerti," tegasnya.

Kepada pemula ia berpesan agar tidak sekadar ikut-ikutan saja, namun harus melakukan riset sebelum memutuskan membeli Bitcoin.

"Jangan fomo (fear of missing out). Harus ada pendampingan dari mentor, jangan cuma ikut-ikutan influencer yang ada di sosial media," pungkas Steven.

Editor : Aris S



Berita Terkait