Ilustrasi
Mili.id - Setiap 22 April diperingati sebagai Hari Bumi atau Earth Day. Kali ini, di tahun 2024 mengusung tema "Planet vs Plastic".
Tema tahun ini juga sebagai kampanye untuk mengakhiri penggunaan plastik demi kesehatan umat manusia dan planet Bumi.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
Sementara perayaan Hari Bumi sendiri salah satunya sebagai pengingat, akan pentingnya pelestarian dan keberlanjutan lingkungan demi planet Bumi yang lebih sehat, bagi seluruh kehidupan yang ada di dalamnya.
Dasar Pengambilan Tema Planet vs Plastic
Dilansir dari Earthday.org, tema tersebut diambil untuk menyerukan risiko kesehatan akibat penggunaan plastik. Tujuannya, menyerukan penghapusan plastik sekali pakai, mendorong Perjanjian PBB tentang polusi plastik, dan menuntut diakhirinya fast fashion.
Plastik bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan juga ancaman besar terhadap kesehatan manusia. Saking besarnya ancaman, plastik sama mengkhawatirkannya dengan perubahan iklim.
Plastik juga membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai menjadi mikroplastik. Saat terurai, plastik juga melepaskan bahan kimia beracun ke dalam sumber makanan dan air, lalu menyebar melalui udara yang dihirup manusia.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
Di sisi lain. produksi plastik kini telah meningkat hingga lebih dari 380 juta ton per tahun. Lebih banyak plastik yang diproduksi dalam sepuluh tahun terakhir dibandingkan seluruh abad ke-20. Industri juga berencana untuk tumbuh secara eksplosif.
Oleh sebab itu, melalui tema tersebut, Earthday.org menuntut pengurangan 60 persen produksi semua plastik pada 2040.
Menurutnya, ada empat strategi untuk mencapai pengurangan 60 persen produksi semua plastik pada 2040.
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan kerusakan yang disebabkan oleh plastik terhadap kesehatan manusia, hewan, dan seluruh keanekaragaman hayati. Selain itu, perlu lebih banyak penelitian mengenai implikasi kesehatan dari plastik, termasuk pengungkapan segala informasi mengenai dampaknya kepada publik.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
2. Menghapuskan semua plastik sekali pakai pada 2030 dan mencapai komitmen penghapusan bertahap ini dalam perjanjian PBB tentang polusi plastik pada 2024.
3. Menuntut kebijakan untuk mengakhiri fast fashion dan banyaknya jumlah plastik yang diproduksi dan digunakan.
4. Berinvestasi pada teknologi dan material inovatif untuk membangun dunia.
Editor : Aris S
